Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengajak seluruh anggota organisasi relawan tersebut untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ajakan ini disampaikan dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta Pusat, Minggu 2 November 2025.
“Kita sama-sama menggerakkan, mendukung, memperkuat agar program-program kerakyatan Bapak Presiden Prabowo bisa betul-betul terasa manfaatnya bagi rakyat,” kata Budi dalam pidatonya, sebagaimana dikutip dari Antara News.
Menurut Budi, setelah berakhirnya masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2024, Indonesia kini memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Ia menegaskan bahwa Projo harus beradaptasi dan melakukan transformasi agar tetap relevan dengan arah pemerintahan baru.
“Pemerintahan Pak Prabowo-Gibran harus kita kawal karena ini pemerintahan lanjutan. Pada Pilpres 2024 adalah keberlanjutan yang menang. Rakyat ingin keberlanjutan dalam pembangunan,” ujarnya.
Wajah Jokowi Dihapus dari Logo Projo
Dalam kongres yang sama, Projo resmi memutuskan untuk mengubah logo organisasi dengan menghapus wajah mantan Presiden Joko Widodo yang selama ini menjadi simbol utama. Langkah ini disebut sebagai bagian dari proses transformasi Projo untuk menjawab tantangan baru.
Ketua Umum DPP Projo Budi Arie mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Jokowi terkait perubahan tersebut. “Tadi pagi saya masih komunikasi dengan Bapak Jokowi,” ujarnya.
Budi menjelaskan, penghapusan wajah Jokowi bukan bentuk penolakan, melainkan simbol perubahan arah organisasi. “Bahwa perubahan logo adalah bagian dari transformasi organisasi Projo untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman,” kata dia.
Ia menambahkan bahwa Projo akan menggelar sayembara terbuka untuk menentukan desain logo baru. “Nanti logonya sendiri akan kita sayembarakan sehingga partisipasi publik bisa muncul nanti logo Projo yang baru,” ujarnya.
Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran
Selain soal logo, Budi Arie menegaskan bahwa salah satu resolusi penting Kongres III Projo adalah mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan Projo memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pemerintahan baru berjalan dengan baik.
“Projo harus bisa menjawab berbagai tantangan ke depan dan terus mendukung pemerintahan agar program-program rakyat bisa terwujud,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga menegaskan kembali nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar Projo sejak berdiri 12 tahun lalu. “Karakter perjuangan, karakter pengorbanan, dan karakter kesetiaan, terutama kepada perjuangan dan nasib rakyat di seluruh Indonesia,” katanya.
Ia berharap Indonesia bisa mencapai cita-cita menjadi negara maju pada tahun 2045 dengan rakyat yang lebih sejahtera. “Karena kita berharap Indonesia Maju 2045, harus rakyatnya lebih sejahtera,” ujarnya.
Budi juga menyampaikan rasa optimisme bahwa Projo akan semakin kuat di bawah kepemimpinannya untuk periode 2025–2030. “Karena kita yakin bahwa selama ada rakyat, di situlah ada tenaga, ada energi, ada harapan dan optimisme,” ucapnya.
Kongres III Projo yang berlangsung sejak Sabtu 1 November 2025 hingga Minggu 2 November 2025 akhirnya menetapkan kembali Budi Arie Setiadi sebagai Ketua Umum Projo untuk lima tahun ke depan.***