, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak akan melanjutkan kembali pembicaraan dagang dengan Kanada setelah munculnya iklan politik di Ontario yang menampilkan cuplikan mantan Presiden AS Ronald Reagan dan menyinggung kebijakan tarif perdagangan.
Trump mengatakan meskipun Perdana Menteri Kanada Mark Carney telah menyampaikan permintaan maaf atas iklan tersebut, AS dan Kanada tidak akan memulai kembali negosiasi dagang.
“Saya menyukainya, tetapi apa yang mereka lakukan itu salah. Dia sudah meminta maaf atas iklan itu karena isinya tidak benar," ujar Trump dikutip dari Reuters , Senin (3/10/2025),
Carney belum memberikan tanggapan atas pernyataan Trump tersebut.
Pekan lalu, Trump menghentikan perundingan perdagangan dengan Kanada setelah pemerintah provinsi Ontario menayangkan iklan yang menampilkan pernyataan Reagan tentang bahaya kebijakan tarif impor . Trump menilai iklan itu ofensif dan mengumumkan tambahan tarif 10% terhadap impor Kanada.
Iklan tersebut menampilkan potongan pidato radio nasional Reagan tahun 1987, di mana mantan presiden AS itu menentang kebijakan tarif dan memperingatkan bahwa pembatasan perdagangan dapat memicu perang dagang serta mengancam lapangan kerja.
“Hambatan perdagangan seperti ini merugikan setiap pekerja dan konsumen Amerika,” demikian kutipan Reagan dalam pidato tersebut.
Sementara itu, dikutip dari BBC , Carney mengakui bahwa dia telah meminta maaf langsung kepada Trump atas iklan itu saat menghadiri KTT Asia-Pacific Economic Cooperation ( APEC ) di Korea Selatan pada Sabtu (1/11/2025).
“Iya, saya sudah meminta maaf kepada Presiden [Donald Trump],” ujar Carney kepada wartawan.
Dia menambahkan bahwa iklan tersebut merupakan inisiatif pemerintah provinsi Ontario dan bukan sesuatu yang akan dilakukannya. Menurut Carney, Trump merasa tersinggung dengan isi iklan itu karena dianggap menyesatkan dan menyerang kebijakan perdagangan AS.
Secara historis, AS merupakan mitra dagang terbesar Kanada, dengan sekitar 75% ekspor Kanada mengalir ke pasar Amerika Serikat. Namun, hubungan dagang kedua negara kembali memanas sejak Trump memberlakukan tarif impor yang lebih tinggi terhadap sejumlah produk asal Kanada.