JAKARTA, Wartawan , Irfan Kamil menjadi korban pencurian modus pecah kaca di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025) malam.
Kejadian bermula saat Kamil, sapaan akrabnya, sedang makan di depan Kedai Cokro 115 Menteng.
Saat itu, Kamil dan rekannya yang bernama Ponco, memarkir mobil masing-masing di dekat lokasi.
"Parkir berjejer persis di depan jalan karena kedainya di pinggir jalan. Kita makan kurang lebih sejam di sana," ujar Kamil saat dikonfirmasi , Selasa (4/11/2025).
"Habis makan sekitar jam 22.00-an WIB, kita mau balik (pulang ke rumah). Ponco masuk ke mobilnya, gue juga mau masuk ke mobil gue. Pas gue mau buka, tiba-tiba lihat kaca belakang mobil gue pecah," jelasnya.
Ketika itu, Kamil melihat serpihan kaca sudah berhamburan di bangku belakang mobilnya.
Ia pun langsung ingat tas kerja yang sebelumnya diletakkan di bangku belakang.
Tak lama, Kamil langsung menghampiri Ponco yang masih berada di lokasi tetapi sudah masuk dalam mobil.
Kamil menyampaikan kepada kawannya bahwa kaca mobilnya dirusak orang.
"Gue langsung gedor-gedor mobil Ponco, gue bilang (kaca) mobil gue dipecahin orang. Kaget dia. Kami ngecek bareng-bareng," ungkapnya.
Kedua sekawan itu lantas menyampaikan kejadian perusakan ke pegawai kedai Cokro 115.
Menurut Kamil, pegawai kedai sempat membantu untuk memeriksa rekaman CCTV.
Namun, kamera CCTV ternyata tidak ada yang mengarah ke lokasi mobil Kamil berada sehingga kejadian perusakan kaca tidak terekam.
"Di situ posisinya ramai, tapi enggak ada satu pun yang ngeh ada kejadian itu (perusakan kaca) meskipun jaraknya dekat," ungkapnya.
Kerugian puluhan juta rupiah
Akibat kejadian itu, Kamil mengalami kehilangan sejumlah barang yakni tas kerja backpack berisi laptop beserta charger.
Kemudian, ada satu tas kecil yang berada di dalam tas backpack besar ikut raib.
Di dalamnya ada alat-alat kerja, dua powerbank, beberapa kabel data, dan uang beberapa ratus ribu.
"ID pers dan ID pers Istana Kepresidenan juga ikut hilang, lalu duit beberapa ratus ribu. Itu yang gue inget," kata Kamil.
Akibat perusakan kaca mobil dan pencurian peralatan kerja tersebut, kerugian yang dialami Kamil ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta.
Setelah kejadian, Kamil langsung melapor ke Polsek Menteng.
"Gue langsung mutusin bikin laporan ke Polsek Metro Menteng. Polisi juga udah olah TKP. Hari Kamis gue mau dimintai keterangan," jelasnya.
Berharap barang penting bisa kembali
Kamil menduga kejadian yang dialaminya murni merupakan kasus pencurian biasa.
Pasalnya, pelaku sengaja memecah kaca mobil untuk mengambil sejumlah barang.
"Dan ada barang yang hilang, pun ada laptop, enggak banyak data sih di dalemnya, cuma paling foto-foto dan notepad-notepad ketikan berita biasa," katanya.
Ia berharap, kejadian yang dialaminya ini bisa menjadi pelajaran semua pihak.
Kamil berpesan jika memiliki barang berharga sebaiknya tidak ditinggal di dalam mobil.
Kemudian jika memarkir mobil sebaiknya selalu terpantau.
"Ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua, yang pertama pastikan barang berharga jangan ditinggal di dalam mobil. Kedua kalau parkir di pinggir jalan ya pastikan mobil terpantau," tutur Kamil.
Ia juga berharap agar polisi segera bisa menangkap pelaku dan barang-barang yang dicuri bisa kembali.
"Minimal ID pers lah (bisa kembali). Saya wartawan enggak punya ID pers, pak, diambil semua," katanya.
Respons Polisi
Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun telah dilakukan pada Senin (3/11/2025) malam.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tidak ada CCTV yang mengarah langsung ke kendaraan.
"Kami sudah melakukan penyelidikan, dan olah TKP. CCTV tidak ada yang mengarah langsung ke kendaraan," ungkap Rezha saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa.
"Tim sudah kami buatkan sprint dan akan memeriksa beberapa saksi," tambahnya.