-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Manfaat Delima dalam Meningkatkan Memori, Fungsi Kognitif, dan Perlindungan Saraf

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-09T09:15:41Z

- Delima, yang dikenal sebagai penjaga kesehatan jantung, ternyata juga merupakan pelindung saraf yang kuat. Bukti ilmiah yang berkembang menunjukkan bahwa buah merah ini memiliki senyawa bioaktif unik yang melintasi sawar darah otak ( blood-brain barrier ), secara langsung memengaruhi sel-sel saraf (neuron), meningkatkan memori, dan melindungi otak dari degenerasi.

Kunci rahasia ini terletak pada antioksidan delima yang luar biasa kuat, yang bekerja melawan dua musuh utama kesehatan otak: stres oksidatif dan peradangan kronis.

Otak sangat rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas (stres oksidatif) karena tingginya tingkat metabolisme dan kandungan lemaknya. Delima menawarkan pertahanan superior terhadap kerusakan ini.

Punicalagin adalah antioksidan paling melimpah dalam delima. Senyawa ini dikenal memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi daripada anggur merah dan teh hijau.

Mekanisme Perlindungan: Punicalagin menetralkan radikal bebas yang menyerang membran sel saraf. Dengan mengurangi kerusakan oksidatif, delima membantu menjaga integritas neuron dan memperpanjang masa hidup sel otak.

Ketika Punicalagin dicerna, bakteri usus mengubahnya menjadi molekul yang disebut Urolithin .

Akses ke Otak: Urolithin terbukti dapat menembus sawar darah otak. Setelah masuk ke otak, Urolithin dapat terus memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi, menjadikannya agen pelindung saraf yang sangat penting.

Delima tidak hanya melindungi; ia juga meningkatkan fungsi otak, khususnya memori dan kemampuan belajar.

Kinerja kognitif sangat bergantung pada pasokan oksigen dan nutrisi yang stabil. Delima, melalui kemampuannya meningkatkan produksi Nitrat Oksida (NO) (seperti yang dilakukan pada pembuluh darah jantung), membantu memperlebar dan merilekskan pembuluh darah di otak.

Manfaat: Peningkatan aliran darah ke area-area kunci otak dapat meningkatkan kecepatan pemrosesan informasi, kewaspadaan, dan fungsi eksekutif.

Studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi jus delima dapat membantu melindungi memori pasca-operasi pada pasien lansia. Peradangan yang terjadi selama operasi seringkali dapat memicu kabut otak sementara; anti-inflamasi delima membantu meredakan respons ini.

Peradangan kronis dan stres oksidatif adalah ciri khas dari penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Delima menawarkan potensi sebagai intervensi diet preventif.

Dalam model laboratorium penyakit Alzheimer, senyawa delima telah menunjukkan kemampuan untuk menghambat penumpukan dan toksisitas plak Beta-Amiloid. Plak ini adalah ciri khas yang menyebabkan kerusakan dan kematian sel saraf pada pasien Alzheimer.

Peradangan di otak ( neuroinflammation ) adalah pendorong utama degenerasi sel saraf. Asam Punicic dan Punicalagin membantu mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi di otak, yang pada gilirannya dapat memperlambat kerusakan progresif pada neuron.

Manfaat delima jauh melampaui kesehatan fisik; ia adalah nutrisi penting untuk otak yang tajam dan terlindungi. Dengan senjata antioksidan Punicalagin dan Urolithin yang dapat mencapai jaringan otak, delima menawarkan strategi alami untuk meningkatkan sirkulasi darah di otak, menjaga fungsi memori, dan membangun perlindungan terhadap proses penuaan dan penyakit saraf. Mengintegrasikan buah ini ke dalam diet adalah langkah cerdas dan lezat untuk mendukung kesehatan kognitif seumur hidup.***

×
Berita Terbaru Update