-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pembuatan Kartu Layanan Transportasi Gratis di CFD, Warga Rela Antre Berjam-jam

Minggu, 02 November 2025 | November 02, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-03T10:20:16Z

JAKARTA, — Ratusan warga mengikuti kegiatan pembuatan Kartu Layanan Gratis transportasi umum yang dihadirkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (2/10/2025) pagi.

Kartu layanan tersebut dapat digunakan masyarakat Jakarta dari 15 golongan untuk bisa menggunakan transportasi Transjakarta, MRT, dan LRT secara gratis.

Pendaftaran kartu layanan gratis dibuka sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB di acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day .

Pantauan di lokasi hingga pukul 09.00 WIB, area Dishub yang digunakan sebagai tempat pendaftaran masih dipenuhi warga yang mengantre.

Di bawah teriknya matahari pagi, para warga yang didominasi oleh para lanjut usia (lansia) berdiri mengantre demi bisa mendapat layanan transportasi umum gratis.

Sejumlah orang mengantre sambil mengenakan payung untuk menghindari sengatan matahari.

Namun, antrean tersebut terlihat tidak teratur dengan semrawutnya kepadatan pengunjung yang berdesak-desakan di area tengah.

Antrean yang berada di barisan tengah terlihat berkumpul menjadi satu, tetapi saling serobot dan tidak sesuai urutan kedatangan.

Sementara itu, antrean juga mengular di sisi kanan dan kiri tenda, menimbulkan kebingungan sejumlah warga yang baru datang dan ingin masuk ke dalam antrean.

Di sisi jalan, beberapa petugas memberikan layanan bantuan untuk melakukan proses pendaftaran bagi para lansia.

Petugas yang berada di dalam tenda pun memanggil nama warga secara bergantian untuk melanjutkan proses pendaftaran.

Mereka diminta mengantre untuk menyerahkan berkas, lalu kembali mengantre untuk menunggu diambil fotonya.

Berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar kartu khusus tersebut diantaranya KTP asli DKI Jakarta, fotokopi KTP, pas foto, kartu keluarga, dan sejumlah surat keterangan untuk membuktikan warga termasuk dalam 15 golongan yang ditentukan.

Setelahnya, mereka kembali diminta mengantre untuk menunggu namanya dipanggil saat proses pembuatan kartu selesai.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, mereka telah mengantre selama berjam-jam sejak layanan pendaftaran dibuka pada pagi hari.

Salah satunya Sani (65), seorang warga asal Cawang, Jakarta Timur yang mengkritik manajemen antrean di lokasi pendaftaran kartu layanan. Menurutnya, panitia dari pihak Dishub Provinsi DKI Jakarta tidak serius mengatur antrean.

"Ini lagi antre kacau, nggak jelas. Panitiannya gak beres, saya aja bingung nih antreannya sebenernya gimana, kok diselak terus," kata Sani saat ditemui di lokasi.

Sani, yang sudah mengantre sejak pukul 06.00 WIB, menyoroti tidak adanya jalur antrean yang jelas. Hal ini, menurutnya, membuka celah bagi warga lain untuk memotong antrean.

"Kan harusnya dia harus satu jalur. Jadi yang tiba-tiba yang nongkrong dari sini, tinggal dari ke depan, gitu loh. Langsung nyelak ke depan. Harusnya kan enggak, dong," ujar Sani.

Ia mengaku datang untuk mengurus kartu tersebut setelah mendapat informasi dari grup WhatsApp agar bisa mendapatkan fasilitas transportasi umum gratis.

Namun, meski sudah menyerahkan berkas berup KTP dan KK sejak pagi, hingga pukul 09.30 WIB ia belum juga mendapat panggilan untuk proses foto.

"Lihat, tuh. Antriannya nggak beres. Enggak (akan kelar jam 10). Mungkin sih enggak, ya," kata Sani.

Senada, Sintawati (62), warga Menteng Atas, Jakarta Pusat juga mengaku sudah tiba di Bundaran HI sejak pukul 06.00 WIB.

Dia mengaku kasihan dengan para lansia lain yang harus menunggu lama, terutama yang datang dari lokasi jauh dan harus mengeluarkan biaya transportasi.

"Kan kasihan itu orang-orang tua, lansia, usia 60, 70, harus disuruh berdiri berjam-jam panas gini. Ini kan hampir semuanya mayoritas lansia ya," ucap Sinta.

Tak hanya itu, dia juga mengeluhkan sistem antrean yang rumit dan kerap dilempar dari satu loket ke loket lainnya.

"Seperti saya, maaf ya, saya sudah jadi, tinggal nunggu ambil. Saya sudah foto. Saya tadi dilempar ke sini, saya dilempar ke situ, muter-muter," ujarnya.

Akumulasi kekacauan sistem dan alur yang tidak jelas itu membuat Sintawati marah kepada petugas.

Dia merasa para petugas tidak menghargai para lansia yang telah lama menunggu.

"Saya ngamuk. Saya sampai teriak-teriak. Saya bilang, 'Ibu minggir!' Saya yang baju cokelat pun saya bentak habis-habisan. 'Enggak menghargai lu orang-orang tua,' saya bilang," tuturnya.

Sinta mengaku mendapat informasi untuk kembali lagi pekan depan apabila kartu miliknya belum selesai diproses hari ini

Namun, dia menegaskan agar Dishub DKI Jakarta mengevaluasi sistem pendaftaran layanan kartu gratis agar tidak terlalu membebani para lansia.

"Jangan digelar lagi lah kalau masih begini, kasihan yang lain," tuturnya.

×
Berita Terbaru Update