-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 604 Jiwa,Ribuan Warga Masih Cari Keluarga yang Hilang

Selasa, 02 Desember 2025 | Desember 02, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-02T08:00:17Z

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah provinsi di Sumatera terus bertambah.

Data terbaru yang dirilis Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB, mencatat sedikitnya 604 orang meninggal dunia.

Angka ini menegaskan skala bencana yang disebut banyak pihak sebagai salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir di kawasan tersebut.

BNPB menyebut korban meninggal tersebar di tiga provinsi: Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa.

Selain ratusan korban tewas, jumlah warga yang masih dinyatakan hilang serta mereka yang luka-luka menunjukkan bahwa dampak bencana masih jauh dari selesai.

Di Aceh, sebanyak 156 orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 181 warga lainnya masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di area-area terdampak paling parah, termasuk kawasan yang masih terisolasi akibat akses jalan yang putus.

BNPB juga melaporkan sedikitnya 1.800 orang mengalami luka-luka, sebagian di antaranya membutuhkan perawatan lanjutan karena cedera berat.

Di Sumatera Barat, kondisi tak jauh berbeda.

Provinsi itu mencatat 165 korban meninggal, 114 orang hilang, serta lebih dari seratus warga lainnya luka-luka.

Sejumlah titik terdampak di Kabupaten Pesisir Selatan, Agam, hingga Padang Pariaman berubah menjadi kepungan lumpur dan puing-puing.

Tim penyelamat masih berusaha mencapai beberapa kawasan yang sebelumnya tertutup material longsor.

Sementara itu, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbesar, yakni 283 jiwa.

Provinsi ini juga mencatat 169 orang hilang dan 613 korban luka. Banyak desa di Langkat, Deli Serdang, hingga Serdang Bedagai terendam banjir besar setelah hujan ekstrem mengguyur tanpa henti selama beberapa hari.

Hingga Senin malam, proses evakuasi masih berlangsung di banyak titik.

Relawan, aparat TNI/Polri, BPBD, hingga warga setempat bekerja tanpa henti menyisir kawasan permukiman, bantaran sungai, dan lokasi-lokasi yang terkena longsor.

Beberapa daerah masih sulit diakses karena jembatan terputus dan jalan amblas terbawa arus.

Situasi di lapangan menggambarkan kebutuhan mendesak terhadap bantuan logistik, peralatan evakuasi, dan dukungan medis.

Ribuan pengungsi kini bertahan di pos-pos darurat dengan kondisi yang terbatas.

Air bersih, makanan, obat-obatan, dan selimut menjadi komoditas paling dibutuhkan.

Banjir dan longsor yang melanda Sumatera dalam sepekan terakhir telah menciptakan krisis kemanusiaan yang luas.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan ratusan orang belum ditemukan, upaya penyelamatan masih menjadi prioritas utama pemerintah dan tim gabungan di lapangan.

Sementara itu, warga menanti dengan cemas kabar tentang anggota keluarga mereka yang hingga kini belum diketahui nasibnya.

×
Berita Terbaru Update