PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping menyepakati beberapa hal dalam pertemuan di Korea Selatan pekan lalu. Keduanya bertemu di Busan, Korea Selatan pada Kamis, 30 Oktober 2025. Ini adalah pertemuan tatap muka pertama mereka sejak 2019. Trump menggambarkan pertemuan itu sebagai puncak dari tur lima harinya di Asia.
Al Jazeera dan Reuters melaporkan bahwa kedua pemimpin negara adidaya itu telah menyetujui gencatan senjata perdagangan. Washington akan melonggarkan tarif dan Beijing akan memulai kembali impor kacang kedelai AS. Kesepakatan lainnya adalah menunda pemberlakuan pembatasan ekspor pada beberapa logam tanah jarang, dan mengintensifkan upaya untuk mengekang perdagangan gelap fentanil.
"Saya pikir itu adalah pertemuan yang menakjubkan," kata Trump kepada wartawan.
Berikut ini beberapa poin penting dalam pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump:
Pertemuan Berlangsung Singkat
Durasi singkat pembicaraan Trump dan Xi jinping hanya berlangsung singkat yaitu sekitar satu jam 40 menit. Singkatnya pertemuan ini mengejutkan sejumlah pengamat. Shan Guo, mitra di konsultan Hutong Research yang berbasis di Shanghai, mengatakan pertemuan yang "lebih singkat dari perkiraan" tersebut kemungkinan menunjukkan kedua belah pihak membatasi diskusi pada topik-topik yang telah disepakati sebelumnya.
Meskipun belum ada jadwal resmi yang dirilis, Trump sebelumnya mengisyaratkan pembicaraan tersebut dapat berlangsung hingga empat jam. Meski berlangsung singkat, Trump mengatakan hasil pertemuan menakjubkan dengan nilai 12 dari 10.
Sebaliknya, kedua negara telah sepakat untuk melakukan “gencatan senjata” dalam perang dagang yang telah berkecamuk selama setahun terakhir.
Kesepakatan Perdagangan Kedua Negara
Cina dan AS sepakat untuk bekerja sama dalam bidang perdagangan dalam jangka waktu selama satu tahun. Kesepakatan akan diperbarui setelah jangka waktu tersebut.
Cina setuju menunda pembatasan ekspor lima logam tanah jarang yang diumumkan bulan ini. Namun, pembatasan terhadap tujuh logam tanah jarang lainnya, yang diumumkan pada bulan April, akan tetap berlaku. Logam tanah jarang digunakan untuk memproduksi banyak produk penting, mulai dari ponsel pintar hingga pesawat jet.
Sebaliknya, Trump mengatakan Cina akan bekerja sangat keras untuk menghentikan aliran fentanil ke AS. "Saya yakin mereka benar-benar mengambil tindakan tegas," ujar Trump.
Sebagai hasil dari komitmen Beijing terhadap fentanil, Washington menyatakan akan mengurangi separuh tarif terkait fentanil sebesar 20 persen. Secara keseluruhan, hal ini akan menurunkan tarif barang-barang Cina dari 57 persen menjadi 47 persen. Tarif rata-rata Cina untuk barang-barang AS adalah 32 persen.
Cina juga tetap membeli kedelai dari AS. Selain itu Cina akan menangguhkan tindakan balasan terkait investigasi 301 yang dilakukan Washington selama satu tahun. Investigasi 301 mengacu pada penyelidikan AS berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan, yang memungkinkan Washington mengenakan tarif atau tindakan lain sebagai tanggapan atas apa yang dianggapnya sebagai praktik perdagangan tidak adil oleh Cina, seperti subsidi negara, transfer teknologi paksa, dan pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Kementerian Perdagangan Cina juga mengatakan AS sepakat menangguhkan rencana perluasan kontrol ekspor terkait teknologi ke anak perusahaan Cina.
Trump dan Xi Jinping Akan Saling Mengunjungi
Trump akan mengunjungi Cina pada April 2026. Xi Jinping diperkirakan akan berkunjung pula ke AS beberapa saat setelah kedatangan Trump. Menurut Trump, AS dan Cina akan sepakat bekerja sama menghentikan perang di Ukraina.
Meski bertemu, menurut Einar Tangen, seorang peneliti senior di Institut Taihe di Beijing, mengatakan kesepakatan antara Trump dan Xi Jinping tak terlalu signifikan. Keputusan Trump untuk mengurangi tarif barang-barang Cina dari 57 persen menjadi 47 persen tidak berarti apa-apa. “Tarif 30 persen atau lebih berarti secara efektif mengakhiri perdagangan,” kata Tangen dilansir dari Al Jazeera.
“Bagi saya, ini merupakan indikasi bahwa tidak ada banyak kemajuan (dalam pembicaraan ini) seperti yang diisyaratkan Donald Trump,” tambahnya.
Tangen mengatakan Beijing berharap pemerintahan Trump akan menurunkan tarifnya menjadi 20 atau 25 persen, atau paling banyak 30 persen, sehingga menjadikan tarif mereka setara dengan negara-negara lain di dunia.