-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PSH U17 Cup di Hatumete Sempat Ricuh,Raja Imbau Semua Pihak Satu Hati Junjung Sportifitas Olahraga

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-08T10:25:18Z
Ringkasan Berita:
  • Laga sepak bola berakhir ricuh ntar kelompok suporter Yaputih dengan Mosso saling lempar batu di depan Kantor Negeri Hatumet, Maluku Tengah, Senin (3/11/2025).
  • Mencegah peristiwa terjadi lagi, laga final Turnamen sepak bola PSH Cup U-17 season 2 akan berlangsung di Markas Polres Maluku Tengah.

‎Laporan Jurnalis , Silmi Sirati Suailo

‎MASOHI, - Liga Persatuan Sepakbola Hatumete (PSH) U17 Season 2 Cup sempat ricuh pada Senin (3/11/2025) lalu.

‎Insiden tak mengenakan itu menambah catatan merah marwah olahraga di Maluku Tengah khususnya liga antar kampung.

‎Atas kondisi itu, kepada , Kamis (6/11/2025), Raja atau Kepala Pemerintah Negeri (KPN) Negeri Hatumete, Bernard Lilihata mengimbau semua pihak untuk satu hati menjunjung nilai-nilai sportifitas.

‎"Saya ajak semua satu hati. Pertama, untuk kita semua warga masyarakat Tehoru Telutih yang sudah dewasa sebagai orang tua dan pemuda waktunya kita harus beri keteladanan yang baik untuk generasi baru dengan cara buka ruang penyaluran minat dan bakat melalui ajang sepakbola,"ajak Lilihata.

‎Lilihata yang juga Ketua Latupatih Kecamatan Tehoru itu menegaskan, dalam turnamen sepakbola harus dilakukan perubahan.

‎Pasalnya, melalui turnamen sepak terjalin hubungan persaudaraan, sebagai ruang penyaluran minta dan bakat bagi anak muda agar mereka terhindar dari pengaruh narkoba, seks bebas, dan tindakan amoral lainnya.

‎Bernard Lilihata menyebut, pemahaman atau stigma negatif terhadap turnamen bola sudah harus ditinggalkan.

‎"Generasi muda jangan lagi menganut pemahaman seperti generasi-generasi sebelumnya yang menganggap bahwa ajang sepakbola untuk bakalai, kita generasi muda punya tanggung jawab merubah (stigma) itu," ungkap Lilihata.

‎Dirinya juga mengimbau agar para orang tua memberi ruang dan kesempatan full kepada generasi muda untuk mengembangkan minat bakat mereka secara bertanggung jawa.

‎Soal kelanjutan turnamen, Raja mengaku telah dilakukan rapat dan mediasi oleh kepolisian dengan melibatkan unsur penting dari negeri-negeri yang terlibat.

‎"Kita bicara dari hati ke hati, semua sepakat selesaikan turnamen dengan catatan semua Raja dan Kepala Pemuda bertanggung jawab atas masyarakatnya," imbuhnya.

‎Selaku pendiri lembaga PSH Hatumete, Lilihata menyebut secara resmi PSH telah terdaftar di PSSI Maluku Tengah juga Askab Maluku Tengah sejak 2023.

‎"Dengan cita-cita bahwa lewat PSH klub-klub baru yang profesional bisa direkrut. Kita bikin turnamen bukan cari untung, tetapi sebagai kewajiban anggota PSSI untuk penjaringan bakat, kalau kita tidak bikin maka kita tidak penuhi ketentuan," pungkas Lilihata.(*)

×
Berita Terbaru Update