Ringkasan Berita:
- PSM Makassar mengoleksi 13 kartu kuning dan dua kartu merah dalam tiga laga terakhir Super League 2025/2026.
- Kartu merah diterima Syahrul Lasinari dan Ananda Raehan.
- Pelatih Tomas Trucha menilai timnya terlalu agresif.
- Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar menyebut lemahnya kontrol emosi dipicu faktor fisik.
- PSM Makassar mendapat sorotan setelah mengoleksi 13 kartu kuning dan dua kartu merah dalam tiga pertandingan terakhir Super League 2025/2026.
Pelatih Tomas Trucha menilai agresivitas berlebih menjadi pemicu banyaknya kartu yang diterima pemainnya.
Dua kartu merah tersebut diterima Syahrul Lasinari dan Ananda Raehan.
Syahrul Lasinari diganjar kartu merah tidak langsung saat PSM Makassar kalah 0-2 dari Bali United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026.
Bek bernomor punggung 13 itu harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu 23 menit pertandingan.
Kartu kuning pertama diterima pada menit ke-14 akibat melanggar Jordy Bruijn.
Sementara kartu kuning kedua diberikan wasit pada menit ke-23 setelah Syahrul menarik Mirza Mustafic.
Sementara itu, Ananda Raehan mendapat kartu merah langsung.
Gelandang berusia 22 tahun tersebut tertangkap Video Assistant Referee (VAR) melakukan pelanggaran dengan menyikut Made Tito.
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, merespons banyaknya kartu yang diterima anak asuhnya dalam beberapa laga terakhir.
Pelatih berpaspor Republik Ceko itu menilai, situasi tersebut bukan disebabkan masalah indisipliner pemain, melainkan tingginya semangat untuk memenangkan pertandingan.
“Mungkin kami terlalu agresif di pertandingan. Itu yang terjadi,” ujar Tomas Trucha saat konferensi pers usai laga PSM Makassar vs Bali United di Ruang Media Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Jumat (9/1/2026).
Trucha menegaskan, dirinya akan menekankan kepada pemain, khususnya Yuran Fernandes, agar lebih mampu mengontrol situasi di lapangan.
Ia menilai pemain perlu memahami kapan harus menekan bola, kapan berduel dengan lawan, serta kapan harus menahan diri.
“Pemain harus berpikir dan mengontrol diri. Ini yang akan kami tekankan pada pertandingan berikutnya,” ucapnya.
Pengamat sepak bola nasional, Syamsuddin Umar, menilai banyaknya kartu yang diterima pemain PSM Makassar dipicu lemahnya kontrol emosi di tengah tekanan pertandingan.
Menurutnya, hal tersebut berkaitan dengan kesiapan fisik pemain dalam mengantisipasi serangan lawan.
“Ketika kemampuan fisik tidak maksimal untuk mengantisipasi tekanan, yang muncul adalah emosi. Itu yang terjadi,” kata Syamsuddin saat dihubungi , Minggu (11/1/2026).
Ia menyarankan Tomas Trucha memanfaatkan masa jeda kompetisi sebelum putaran kedua untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental pemain.
“Pemain harus lebih sabar dan mampu mengontrol emosi. Waktu jeda ini harus dimaksimalkan untuk evaluasi,” tegas pelatih yang pernah membawa PSM Makassar meraih dua gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut. (*)