– Stroke sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia. Padahal, belakangan ini kasus stroke di usia muda semakin meningkat. Gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk mulai menjaga kesehatan sejak dini.
Menurut para dokter spesialis saraf, stroke di usia muda bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup sederhana namun konsisten. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Kendalikan Tekanan Darah
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama stroke. Periksa tekanan darah secara rutin dan hindari makanan tinggi garam agar tekanan tetap stabil.
2. Hentikan Kebiasaan Merokok dan Alkohol Berlebihan
Rokok mempercepat penyempitan pembuluh darah, sementara konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko stroke. Mengurangi atau berhenti total adalah langkah terbaik untuk melindungi otak dan jantung.
3. Jaga Pola Makan Sehat
Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, serta makanan tinggi serat. Batasi lemak jenuh, gorengan, dan makanan cepat saji yang bisa memicu kolesterol tinggi.
4. Rutin Berolahraga
Olahraga teratur seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda minimal 30 menit sehari dapat menjaga aliran darah tetap lancar, mengurangi stres, serta menurunkan risiko stroke.
5. Kendalikan Stres
Stres kronis bisa memicu tekanan darah tinggi. Luangkan waktu untuk relaksasi, meditasi, atau melakukan hobi agar pikiran tetap tenang.
6. Hindari Begadang Berlebihan
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan penyakit jantung, yang berhubungan dengan stroke. Usahakan tidur cukup 7–8 jam setiap malam.
7. Rutin Cek Kesehatan
Deteksi dini penting untuk mencegah stroke. Periksa kadar gula darah, kolesterol, serta tekanan darah secara berkala, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Stroke tidak hanya menyerang lansia, tapi juga bisa menimpa anak muda akibat pola hidup yang salah. Dengan menjaga pola makan, rajin olahraga, serta menghindari kebiasaan buruk, risiko stroke di usia dini dapat ditekan. Seperti kata dokter, “Mencegah jauh lebih mudah dan murah daripada mengobati.”***