-Penyidik Polda Metro Jaya terus bekerja untuk mengungkap kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta, kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih yang ditemukan tewas mengenaskan pada Kamis pekan lalu (21/8). Saat ini, penyidik tengah mendalami peran 15 orang yang sudah diamankan dalam kasus tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan, pendalaman dilakukan melalui beberapa tahap. Selain pemeriksaan terhadap 15 orang tersebut, penyidik juga mencocokan barang bukti yang sudah mereka temukan. Selain itu, penyidik juga tengah menganalisa keterangan belasan orang tersebut.
”Jadi, mohon waktu. Terhadap 15 orang ini masih terus dilakukan pendalaman. Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang diamankan,” kata dia kepada awak media di Jakarta pada Selasa (26/8).
Ade Ary pun mencontohkan keterangan orang yang satu dicocokan dengan keterangan orang lainnya. Untuk itu, penyidik Polda Metro Jaya perlu waktu. Sebab, mereka juga melaksanakan penyidikan tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Termasuk prinsip-prinsip scientific crime investigation yang selalu dikedepankan. ”Sehingga (penyidikan) ini membutuhkan waktu. Kami harus hati-hati, kami harus berdasarkan SOP, kami juga harus proporsional,” kata dia.
Kehati-hatian tersebut juga penting untuk memastikan peran setiap orang yang telah diamankan oleh penyidik. Sehingga nantinya penyidik dapat menyimpulkan secara klir. Siapa saja yang menjadi tersangka dengan peran apa, kemudian siapa saja yang sudah diamankan namun tidak menjadi tersangka. Semua masih dalam proses.
”Nanti kami pastikan, perannya masing-masing masih didalami, dipastikan secara pasti. Sehingga nanti bisa disimpulkan dari 15 (orang yang diamankan) ini perannya masing-masing apa, berapa orang yang menjadi tersangka atau kemungkinan lainnya bagaimana. Itu masih perlu dikembangkan,” kata dia tegas. (*)