-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tuak Manis Nira, Minuman Tradisional Sulawesi yang Kaya Manfaat

Minggu, 24 Agustus 2025 | Agustus 24, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-26T01:06:02Z

CHANELSULSEL.COM - Ketika mendengar kata "tuak", mungkin sebagian orang langsung terbayang minuman beralkohol yang memabukkan.

Namun, di banyak daerah di Sulawesi, ada minuman tuak yang sangat berbeda. Dikenal sebagai tuak manis nira atau ballo' kacci dalam bahasa Makassar, minuman ini justru merupakan hasil sadapan dari pohon enau yang kaya manfaat dan punya peran penting dalam tradisi lokal.

Berbeda dengan tuak yang melewati proses fermentasi hingga menghasilkan alkohol, tuak manis ini adalah nira murni yang baru saja disadap.

Rasanya manis, segar, dan tidak memabukkan sama sekali. Oleh karena itu, minuman ini aman dikonsumsi oleh siapa saja, bahkan sering diberikan kepada anak-anak karena dianggap menyehatkan.

Manfaat Kesehatan dari Tuak Manis Nira

Tuak manis bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan juga memiliki berbagai khasiat yang telah dipercaya secara turun-temurun. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Sumber Energi Alami

Nira mengandung sukrosa, glukosa, dan fruktosa yang merupakan gula alami.

Kandungan ini membuat tuak manis menjadi sumber energi instan yang sangat baik, terutama bagi petani atau pekerja keras yang membutuhkan stamina ekstra.

2. Melancarkan Pencernaan

Minuman ini mengandung enzim dan serat alami yang dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.

3. Menghangatkan Tubuh

Pada kondisi dingin, tuak manis nira sering dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh secara alami, menjadikannya minuman favorit di dataran tinggi atau saat cuaca sejuk.

4. Kaya Vitamin dan Mineral

Nira mengandung berbagai vitamin dan mineral esensial, seperti vitamin B, zat besi, dan kalium.

Kandungan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, mulai dari meningkatkan sistem imun hingga menjaga fungsi otot dan saraf.

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Di Sulawesi, pohon enau bukan hanya sumber nira, tapi juga bagian dari identitas budaya. Proses penyadapan nira adalah sebuah seni yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Para penyadap nira, yang sering disebut ‘to mannyale’ atau ‘pannyadap’, naik ke puncak pohon dengan keahlian khusus untuk mengambil getah manis ini.

Tuak manis nira disajikan dalam berbagai acara adat dan keagamaan. Minuman ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur. Dalam upacara panen, kelahiran, hingga pernikahan, tuak manis nira sering hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari jamuan.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan produk alami dan kesehatan, tuak manis nira kini mulai dikenal luas. Banyak desa atau daerah yang mengemasnya dalam botol modern untuk dijual, sehingga lebih mudah dijangkau oleh masyarakat perkotaan.

Hal ini membantu melestarikan tradisi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para petani nira.

Jadi, jangan salah lagi. Di balik nama "tuak", ada minuman manis yang menyimpan kekayaan tradisi dan manfaat luar biasa bagi tubuh. Tuak manis nira adalah bukti nyata bahwa warisan budaya lokal bisa menjadi sumber daya yang berharga, baik untuk kesehatan maupun untuk pelestarian tradisi.***

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor manusia untuk kenyamanan pembaca.

×
Berita Terbaru Update