Kabar Kapolri Listyo Sigit Prabowo dicopot dari jabatannya santer diberitakan setelah gelombang demonstrasi pada akhir Agustus 2025 menyebabkan korban jiwa.
Satu di antaranya insiden sopir ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas ditabrak lalu dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob, Kamis (28/8/2025) lalu.
Terbaru, isu pergantian Kapolri itu semakin panas setelah muncul narasi bahwa Presiden Prabowo sudah bersurat kepada DPR.
Lantas, benarkah demikian?
Anggota DPR Bereaksi
Komisi III DPR RI mengaku belum mendapatkan informasi soal adanya surat presiden (surpres) mengenai penggantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, mengatakan, informasi yang diterima kini adalah Listyo akan tetap dipertahankan sebagai Kapolri.
"Kami dapat kabar juga Pak Sigit ini akan dipertahankan sampai akhir tahun 2025. Jadi di satu sisi kami mendapatkan kabar bahwa dia akan bertahan sampai 2025," kata Nasir.
Dia mengatakan, mendapat kabar itu dari seorang sumber.
"Mudah-mudahan saja akhir tahun ini sudah ada Kapolri yang baru. Karena memang sudah saatnya juga dalam rangka regenerasi ditunggu kepolisian Republik Indonesia itu sendiri," kata dia.
Legislator PKS itu menyebut isu pergantian pimpinan tertinggi Polri adalah suatu hal yang biasa.
"Kita tunggu saja tanggal mainnya, apa benar bahwa ada surat itu dan kemudian ada nama-nama yang beredar yang akan menjadi pengganti Kapolri Sigit saat ini," ucap dia.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPR RI ,ufmi Dasco Ahmad. Ia menegaskan, hingga Jumat malam (12/9/2025), pimpinan DPR belum menerima surat presiden terkait pergantian Kapolri.
“Pimpinan DPR sampai hari ini belum terima surat Presiden mengenai pergantian Kapolri,” kata Dasco, dikutip dari Kompas.com.
Menurut Pengamat
Sementara Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama, menilai bahwa muncul anggapan Presiden Prabowo Subianto tertekan kepentingan politik.
“Publik bisa menilai Presiden gamang, atau bahkan tertekan oleh kepentingan politik tertentu,” kata Sandri, dikutip dari Tribunnews.
Rumor digantinya Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukan muncul tanpa sebab.
Posisi Kapolri merupakan simbol stabilitas nasional.
Menurut Sandri, jika isu dibiarkan tanpa klarifikasi, kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa menurun.
Rumor itu pun bisa berdampak pada soliditas internal Polri dan memberi efek domino pada agenda reformasi.
“Presiden perlu segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Penjelasan sederhana mengenai status isu ini, apakah benar ada proses pergantian atau hanya rumor, sudah cukup untuk meredam spekulasi,” ujarnya.
Bantahan Mensesneg
Terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membantah kabar bahwa Presiden Prabowo telah mengirimkan surpres ke DPR.
“Berkenaan dengan Surpres pergantian Kapolri ke DPR bahwa itu tidak benar,” kata Prasetyo kepada awak media, Sabtu (13/9/2025).
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung