Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut kembali menegaskan komitmen dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di daerah.
Melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dilaksanakan Aksi Mapalus Cegah Stunting di enam kelurahan di Kota Manado sejak Selasa 2 September 2025.
Aksi sosial ini menyasar 15 titik keluarga berisiko stunting (KRS) di Kelurahan Taas, Malendeng, Paniki Dua, Teling Bawah, Mapanget, dan Mapanget Barat.
Bantuan yang disalurkan berupa paket nutrisi bergizi seperti telur dan bahan pangan sehat lainnya, sebagai dukungan konkret terhadap tumbuh kembang anak-anak dari keluarga yang masuk kategori berisiko.
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil-KB) Provinsi Sulut, Christodharma Sondakh serta Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Jeanny Yola Winokan.
Sondakh menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) terhadap generasi masa depan Sulut.
“Melalui aksi mapalus, kita bergandeng tangan membantu keluarga berisiko stunting agar anak-anak mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya Rabu 3 September 2025 kemarin.
Sementara itu, Winokan menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan stunting. Menurutnya, bantuan nutrisi harus disertai dengan edukasi yang menyentuh langsung keluarga.
“Program Genting bukan sekadar memberi bantuan, tapi juga mengedukasi masyarakat tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi, dan pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting,” jelasnya.
Selain distribusi bantuan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyuluhan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, serta sosialisasi program KB yang bertujuan untuk mendorong kesejahteraan dan ketahanan keluarga.
Pemprov Sulut dan BKKBN berharap, melalui pendekatan kolaboratif seperti ini, angka stunting di Kota Manado khususnya di wilayah sasaran dapat terus ditekan.
Lebih dari itu, aksi ini menjadi bagian dari langkah besar menuju terwujudnya generasi emas Sulawesi Utara yang sehat dan berkualitas.***