- Meta resmi memperkenalkan tiga model kacamata pintar terbaru mereka, termasuk Ray-Ban Display yang hadir dengan layar augmented reality (AR) terintegrasi. Produk ini menandai langkah besar setelah kegagalan Google Glass satu dekade lalu.
Meta Ray-Ban Display menjadi kacamata pintar pertama dari merek arus utama yang menyematkan heads-up display. Mengusung desain klasik Wayfarer agar tetap terlihat stylish, perangkat ini dibekali kamera, mikrofon, serta speaker yang membuatnya mirip aksesori fesyen biasa.
Layar mungil dengan warna tajam diproyeksikan ke sisi dalam lensa kanan, muncul tepat di bawah garis pandang pengguna. Informasi yang bisa ditampilkan beragam, mulai dari teks, gambar, panggilan video, hingga petunjuk arah. Dari luar, layar ini tidak terlihat, sementara lampu indikator menyala ketika kamera aktif.
Produk ini diperkenalkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, di ajang Meta Connect di Menlo Park, California.
“Kacamata adalah satu-satunya perangkat yang bisa membuat AI melihat apa yang kita lihat, mendengar apa yang kita dengar, dan nantinya menghasilkan apa pun yang kita inginkan,” ujar Zuckerberg.
Ray-Ban Display tetap mempertahankan panel sentuh di sisi bingkai serta perintah suara untuk navigasi. Selain itu, Meta menambahkan aksesori bernama Neural Band, sebuah gelang tahan air yang dapat membaca impuls listrik di lengan pengguna.
Dengan perangkat ini, pemakai bisa mengontrol kacamata menggunakan gerakan tangan, seperti cubitan, geseran, atau bahkan menulis di udara dengan jari.
Kacamata ini terkoneksi via Bluetooth ke Android maupun iPhone, mendukung pesan teks, panggilan video, serta integrasi dengan aplikasi WhatsApp, Messenger, dan Instagram.
Pengguna bisa menampilkan terjemahan percakapan secara real time, mengontrol musik, hingga memotret dengan tampilan viewfinder langsung di lensa.
Meta juga menyematkan chatbot AI yang mampu menjawab pertanyaan dengan teks maupun gambar, memberikan resep masakan, atau menjelaskan informasi seputar landmark, karya seni, hingga obyek di sekitar.
Daya tahan baterai diklaim mencapai enam jam penggunaan campuran, dengan tambahan pengisian melalui casing lipat hingga total 30 jam. Produk ini dijual di AS mulai 30 September dengan harga $799, sebelum merambah ke Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada pada awal 2026.
Selain Ray-Ban Display, Meta juga memperkenalkan Oakley Meta Vanguard, kacamata pintar khusus olahraga dengan desain melingkar seperti seri Radar. Perangkat ini dilengkapi kamera di bagian tengah, mikrofon, speaker, bobot ringan 66 gram, serta daya tahan baterai hingga sembilan jam.
Menariknya, Meta menggandeng Garmin untuk integrasi data olahraga. Atlet bisa meminta informasi kecepatan, detak jantung, atau jarak tempuh langsung melalui kacamata.
Kamera juga dapat merekam momen otomatis saat mencapai target tertentu, seperti jarak, kecepatan, atau elevasi, lalu menyusunnya menjadi video sorotan yang bisa dibagikan ke Strava.
Oakley Meta Vanguard dibanderol mulai Rp 8 juta-Rp 11,2 juta dan mulai dipasarkan pada 21 Oktober. Sementara itu, Meta juga merilis generasi kedua Ray-Ban Meta Al glasses dengan peningkatan kamera serta daya tahan baterai dua kali lipat, yang dijual seharga sekitar Rp 6 juta-Rp 6,6 juta, sementara versi di Australia dibanderol sekitar Rp 6,6 juta.