Di era digital, WhatsApp sudah menjadi bagian dari keseharian.
Fenomena ini sering membuat lawan bicara bertanya-tanya: apakah mereka cuek, sibuk, atau memang punya karakter tertentu?
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (8/9), menurut psikologi, perilaku semacam ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bisa mencerminkan sisi kepribadian yang lebih dalam.
Mereka tetap membaca pesan karena ingin tahu kabar atau informasi, tetapi memilih tidak langsung membalas untuk menjaga energi mental. Bukan berarti tidak peduli, melainkan butuh waktu untuk merasa siap merespons.
2. Pemikir yang Terlalu Analitis
Sebagian orang suka memikirkan terlalu dalam bagaimana harus membalas.
Psikologi menyebutnya sebagai overthinking communicator.
3. Menghargai Kualitas daripada Kuantitas
Ada juga orang yang lebih mementingkan percakapan bermakna daripada sekadar basa-basi.
Bagi mereka, silence juga bisa menjadi bentuk komunikasi.
4. Cenderung Sibuk dan Praktis
Faktor praktis juga berperan.
Ini sering terjadi pada orang dengan kepribadian high achiever.
5. Mandiri dan Tidak Tergantung Validasi
Orang yang jarang membalas pesan umumnya punya tingkat kemandirian tinggi.
Dari sisi psikologi, hal ini menunjukkan kepribadian yang tidak terlalu haus validasi sosial.
6. Sensitif terhadap Beban Sosial
Ada pula yang sebenarnya sensitif terhadap ekspektasi sosial.
Ini bisa berkaitan dengan kecenderungan social anxiety.
7. Selektif dalam Hubungan
Mereka juga sering kali selektif: siapa yang layak dibalas, dan siapa yang cukup dibaca saja.
Orang dengan kepribadian seperti ini biasanya menjaga lingkaran sosialnya tetap kecil dan intim, hanya merespons pada orang-orang yang benar-benar dekat.
8. Butuh Ruang untuk Diri Sendiri
Pada akhirnya, orang yang jarang membalas pesan seringkali hanya sedang memberi ruang untuk dirinya sendiri.
Psikologi menyebutnya sebagai cara self-preservation untuk menjaga kesehatan mental.
Kesimpulan
Membaca pesan WhatsApp tetapi jarang membalas bukan selalu tanda tidak peduli atau cuek.
Bisa jadi mereka introvert yang butuh waktu, pemikir yang analitis, orang sibuk, atau pribadi yang menjaga batasan sosial.