-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Calon Guru Siap-Siap! Kemdikdasmen Buka Seleksi PPG Prajabatan bagi Calon Guru Tahun 2025

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-17T00:40:58Z

Warta Lombok_Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru resmi mengumumkan pembukaan Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2025 . Strategi program ini menjadi langkah penting pemerintah dalam mempersiapkan generasi pendidik profesional yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.

Melalui program ini, calon guru akan mendapatkan sertifikat pendidik , yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses rekrutmen guru di berbagai instansi pendidikan. Pemerintah berharap, lulusan PPG 2025 mampu memperkuat kualitas guru nasional sekaligus menjawab kebutuhan tenaga pendidik di seluruh wilayah Indonesia.

Syarat dan Ketentuan Peserta

Seleksi PPG 2025 terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia maksimal 32 tahun pada 31 Desember 2025 . Peserta tidak boleh terdaftar sebagai guru atau kepala sekolah dalam data Dapodik maupun Simpatika. Selain itu, pelamar wajib memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar di PD-Dikti atau telah disetarakan bagi lulusan luar negeri, dengan IPK minimal 3,00 .

Syarat lainnya meliputi surat keterangan sehat jasmani dan rohani, surat berkelakuan baik, serta surat bebas NAPZA. Peserta juga mewajibkan menandatangani pakta integritas dan mengikuti tiga tahap seleksi: administrasi, tes substantif, serta wawancara.

Bidang Studi yang Dibuka

Untuk menjawab kebutuhan guru di berbagai daerah hingga tahun 2027, pemerintah membuka dua kategori bidang studi, yakni Bidang Studi Umum dan Bidang Studi Kejuruan .

Bidang studi umum meliputi:

PGSD, PJOK, Bimbingan dan Konseling, Informatika, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, IPS, Seni Budaya, IPA, Matematika, Pendidikan Luar Biasa, dan PGPAUD.

Sementara bidang studi kejuruan meliputi:

Teknik Otomotif, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Manajemen Perkantoran, Kuliner, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, Teknik Elektronika, Ketenagalistrikan, Mesin, Pengelasan, Agriteknologi, Broadcasting, dan Desain Komunikasi Visual.

Mekanisme dan Biaya Pendidikan

Perkuliahan PPG bagi calon guru akan berlangsung selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk pemerintah. Setiap peserta dikenakan biaya Rp 8.500.000 per semester , namun bagi peserta yang lolos seleksi akan menerima bantuan pemerintah sebesar Rp 17.000.000 untuk biaya studi selama satu tahun akademik.

Tahapan Seleksi dan Pendaftaran

Seleksi PPG 2025 terdiri dari tiga tahap:

  1. Seleksi Administrasi , dilakukan secara berani melalui aplikasi SIMPKB untuk memverifikasi data calon peserta.

  2. Tes Substantif , dilaksanakan secara luring di Tempat Uji Kompetensi (TUK) menggunakan sistem CAT ANBK , mencakup tes bidang studi serta literasi dan numerasi.

  3. Tes Wawancara , dilakukan secara berani untuk menilai kompetensi profesional dan personal calon guru.

Biaya pendaftaran tahap I dan II sebesar Rp 200.000 ditanggung oleh peserta.

Pendaftaran resmi dibuka mulai 14 Oktober hingga 6 November 2025 melalui laman https://ppg.kemendikdasmen.go.id . Peserta wajib memiliki email aktif dan nomor WhatsApp terdaftar. Setelah membuat akun di SIMPKB , calon guru akan melengkapi biodata, memilih bidang studi, menulis esai refleksi diri, serta menentukan lokasi minat mengajar dan lokasi perkuliahan.

Jadwal Pelaksanaan Seleksi PPG 2025

  • Pendaftaran: 14 Oktober – 6 November 2025

  • Pengumuman Seleksi Administrasi: 10 November 2025

  • Tes Substantif: 12 – 15 November 2025

  • Tes Wawancara: 3 – 20 Desember 2025

  • Pengumuman Akhir: 29 Desember 2025

  • Lapor Diri dan Matrikulasi: Januari 2026

  • Orientasi dan Awal Perkuliahan: Februari 2026

Menyiapkan Guru Masa Depan Indonesia

Kemdikdasmen menegaskan bahwa PPG 2025 bukan sekadar proses sertifikasi, melainkan pembentukan calon pendidik berkarakter unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional. Dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mencetak guru profesional yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki integritas, empati, dan semangat pengabdian yang tinggi bagi generasi penerus bangsa.

×
Berita Terbaru Update