, MARTAPURA - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru juga menggelar rakor membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diambil untuk mengantasipasi kejadian ratusan pelajar di Martapura yang keracunan MBG.
Rakor berlangsung di Balai Kota dipimpin langsung Wali Kota Erna Lisa Halaby. Pesertanya antara lain jajaran Forkopimda seperti Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, kepal dinas terkait hingga Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG.
“Langkah ini kita laksanakan dalam upaya pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata
Erna Lisa Halaby.
Wali Kota juga telah membentuk Satgas MBG. “Satgas MBG sudah kami bentuk dan insya Allah hari ini sudah diterbitkan SK-nya,” kata Lisa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (14/10) menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas keracunan massal pelajar penerima.
Usai menyantap MBG pada Kamis (9/10), sebanyak 134 siswa dari berbagai sekolah di Kota Martapura sakit perut, muntah hingga pusing. Sebagian di antaranya dibawa ke rumah sakit.
Rakor dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Ikhwansyah, dihadiri dinas terkait dan perwakilan 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ikhwansyah mengatakan mengumpulkan SPPG agar melaksanakan pengolahan bahan makanan mengacu pada pedoman Badan Gizi Nasional (BGN). “Dengan berpatokan pedoman, mudah-mudahan keracunan tidak terulang kembali,” ujarnya usai rakor.
Dia sangat khawatir peristiwa tersebut terjadi di daerah terpencil. “Dengan 20 kecamatan yang mencakup 290 desa dan kelurahan, kami agak terpikirkan apabila kondisi tersebut terjadi di wilayah yang cukup jauh,” ujarnya. (/rizki fadillah).