-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DLH Jakarta: Temuan Mikroplastik di Air Hujan Sebagai Alarm

Minggu, 19 Oktober 2025 | Oktober 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-27T10:45:39Z

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto mengatakan temuan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) , sebagai alarm lingkungan yang perlu direspons cepat. “Polusi plastik kini bukan hanya urusan laut atau sungai, tetapi sudah sampai di langit Jakarta,” kata Asep dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Asep mengatakan temuan BRIN itu pengingat penting bahwa polusi plastik kini telah mengudara dan perlu diatasi secara lintas sektor. Selama ini Pemerintah Provinsi Jakarta menjalankan sejumlah kebijakan untuk menekan timbulan sampah plastik sekali pakai. Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

Pemerintah Jakarta juga memiliki Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstrada) yang menargetkan 30 persen pengurangan sampah dari sumbernya. Selain itu juga memperluas keberadaan bank sampah, Tempat Pemrosesan Sementara Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dan inisiatif daur ulang berbasis komunitas supaya limbah plastik tidak berakhir di lingkungan terbuka. “Upaya pengurangan plastik harus dilakukan dari sumbernya, mulai dari rumah tangga, industri, hingga sektor jasa. Setiap orang punya peran,” kata Asep.

Saat ini, kata Asep, pemerintah provinsi berkoordinasi dengan BRIN untuk memperluas pemantauan mikroplastik dalam udara dan air hujan sebagai bagian dari sistem Jakarta Environmental Data Integration (JEDI), platform pemantauan kualitas lingkungan berbasis data. Hasil pengukuran itu diharapkan menjadi dasar kebijakan yang lebih kuat dalam pengendalian polusi plastik di udara.

Asep juga menyampaikan bahwa kampanye publik bertema Jakarta Tanpa Plastik di Langit dan Bumi untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan tidak membakar sampah sembarangan. “Langit Jakarta sedang mengingatkan kita untuk lebih bijak mengelola bumi,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jakarta juga mengajak kalangan pengusaha, lembaga riset, dan komunitas lingkungan untuk memperluas aksi nyata pengurangan plastik dan inovasi daur ulang. Asep menyatakan Dinas Lingkungan Hidup terbuka untuk kolaborasi riset, teknologi, filtrasi, hingga pengembangan produk ramah lingkungan.

Sebelumnya peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova mengatakan penelitian lembaganya sejak 2022 mengungkap keberadaan mikroplastik yang lebih halus daripada debu dalam setiap sampel air hujan di Jakarta . Partikel-partikel kecil itu terbentuk dari limbah plastik yang melayang di udara akibat aktivitas manusia.

“Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka,” kata Reza melalui keterangan tertulis pada Jumat, 17 Oktober 2025.

×
Berita Terbaru Update