World Statistics Day (Hari Statistik Sedunia) yang diperingati setiap 5 tahun sekali, jatuh pada tanggal 20 Oktober 2025. Bertujuan untuk mengapresiasi kerja para ahli statistik dan peran data yang akurat dalam pengambilan kebijakan.
Hari Statistik Sedunia membangkitkan kesadaran akan peran penting suatu data, bagaimana data dan angka yang akurat membantu Pemerintah, Perusahaan, Sekolah, Organisasi, Peneliti dan lain-lain, untuk memahami berbagai permasalahan di dunia nyata.
Hari Statistik Sedunia juga mendorong kaum muda untuk melihat betapa bermanfaatnya statistik dalam kehidupan sehari-hari untuk membuat keputusan yang tepat.
Sejarah
Hari Statistik Sedunia pertama kali ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2010 dan ini dirayakan setiap lima tahun sekali.
Tema 2025
"Driving Change with Quality Statistics and Data for Everyone" (Mendorong Perubahan dengan Statistik dan Data Berkualitas untuk Semua Orang)
Maknanya adalah data yang baik dan akurat sangatlah penting:
Setiap orang harus memiliki akses terhadap data.Data membantu Pemerintah atau Organisasi membuat keputusan yang cerdas.Data juga membantu Negara-Negara tumbuh dan berkembang dengan cara yang tepat.Tema ini menunjukkan bahwa statistik bermanfaat bagi semua orang dan dapat menjadikan dunia lebih baik.
Studi Kasus
Masih ingat perselisihan antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai harga asli LPG 3 kg?
Purbaya menyebut harga asli Rp 42.750 per tabung dan data harga asli mengutip data yang dihitung stafnya.Bahlil mengklarifikasi bahwa Purbaya salah membaca data dan menyebut angkanya berbeda dengan skema subsidi yang sedang disesuaikan. Dia tidak bisa menanggapi data yang salah baca.Terlepas dari siapa yang benar, kasus ini membuktikan bahwa data statistik yang andal akan membantu dalam perencanaan, kebijakan, dan pembangunan di berbagai sektor serta tidak membingungkan masyarakat.
Masyarakat berharap, jika berdebat para Pejabat bersedia menunjukkan data yang komprehensif bukan perkiraan saja, sehingga masyarakat dapat memahami kondisi aktualnya.
Karena itu dibanyak Perusahaan, Manajemen Perusahaan selalu meminta kepada Karyawan/ti-nya untuk speak with data, bukan hanya omon-omon doang tanpa bisa menunjukkan bukti berupa data.
Mari kita biasakan membuat perencanaan hidup berdasarkan data yang aktual! *