-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konsep Ekonomi Kerthi Bali Diharapkan Kikis Ketimpangan Bali Selatan dan Utara

Minggu, 19 Oktober 2025 | Oktober 19, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-25T08:35:48Z

, DENPASAR – Pemerintah menargetkan konsep ekonomi Kerthi Bali bisa menyelesaikan ketimpangan pembangunan antara kawasan Bali Selatan dan kawasan Bali Utara yang selama ini masih tertinggal.

Konsep Ekonomi Kerthi Bali yang disusun dan diluncurkan langsung oleh mantan Presiden Joko Widodo pada 2021 yang mengusung Bali era baru yang hijau, tangguh, dan sejahtera.

Kerthi Bali disusun berlandaskan kepada Visi Indonesia 2045 dan kearifan lokal Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" yang bersumber dari nilai-nilai filosofi lokal Sad Kerthi dan semangat ajaran Hindu, Tri Hita Karana.

Selain menjabarkan strategi dan rencana aksi pemulihan ekonomi jangka pendek dan strategi Transformasi Ekonomi Bali dalam jangka menengah-panjang, peta jalan ini juga mengakomodasi perubahan kehidupan pasca Covid-19 untuk menata kembali perekonomian Bali dengan prinsip memanfaatkan sumber daya lokal baik alam, manusia, maupun budaya secara berkelanjutan.

Enam strategi besar Transformasi Ekonomi Bali adalah: Bali Pintar dan Sehat, Bali Produktif, Bali Hijau, Bali Smart Island, Bali Terintegrasi, dan Bali Kondusif.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan konsep ini merupakan hasil perenungan pada masa pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Pulau Dewata.

"Di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,3%. Akibat Covid, tahun 2020 anjlok menjadi minus 9,3%," kata Wayan Koster, Jumat (17/10/2025).

Selain dampak Covid-19, ketimpangan antarwilayah juga menjadi pertimbangan diluncurkannya konsep ini. Pajak Hotel dan Restoran (PHR) tinggi terkonsentrasi di 3 wilayah yakni Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar.

"Ini berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 3 wilayah itu yang totalnya mencapai Rp10,9 triliun, sedangkan 6 kabupaten lain, totalnya hanya mencapai Rp2,3 triliun. Gapnya besar sehingga terjadi ketimpangan pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pertumbuhan Ekonomi," kata Koster.

Menurut Gubernur Koster, kesenjangan itulah yang saat ini serius ditangani, salah satunya melalui transformasi Ekonomi Kerthi Bali.

Menurutnya jika Bali dibiarkan hanya bergantung dari kantong pariwisata, hal ini akan menjadi ancaman bagi sumber perekonomian masyarakat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kemudian mulai memikirkan sebuah transformasi agar Bali tidak hanya tergantung pada sektor pariwisata, tetapi bagaimana kita kembangkan sumber daya yang ada di Bali agar menjadi keunggulan.

Secara garis besar, Ekonomi Kerthi Bali adalah konsep ekonomi yang harmonis terhadap alam, ramah lingkungan, berbasis sumber daya lokal, menjaga kearifan lokal, berkualitas, bernilai tambah, tangguh, berdaya saing, berkelanjutan, dan inklusif.

Konsep ini bertujuan mewujudkan Bali berdikari dalam bidang ekonomi dan dibangun berlandaskan nilai kearifan Sad Kerthi.

Dalam perjalanannya, konsep ini telah diimplementasikan Gubernur Koster melalui sejumlah regulasi yang berpihak pada pemanfaatan potensi lokal.

"Hanya saja, konsep transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang diluncurkan tahun 2021 sempat tak berlanjut saat saya memasuki masa jeda sebelum akhirnya terpilih dan menjabat kembali sebagai Gubernur di periode kedua," kata Koster.

×
Berita Terbaru Update