-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengunjung Pulau Padar Taman Nasional Komodo Bakal Dibatasi, Maksimal 1.000 Orang per Hari

Kamis, 16 Oktober 2025 | Oktober 16, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-20T04:55:02Z

, JAKARTA – Baru-baru ini, pemerintah mengambil kebijakan untuk melindungi salah satu ikon pariwisatanya dengan membatasi jumlah pengunjung harian sebanyak 1.000 pengunjung di Pulau Padar, bagian dari Taman Nasional Komodo. Kebijakan ini akan berlaku mulai April 2026.

Taman Nasional Komodo, meliputi beberapa pulau seperti Komodo, Rinca, Padar, Gili Motang dan Nusa Kode, yang dalam 10 tahun terakhir mengalami lonjakan pariwisata.

Tahun lalu, taman tersebut mencatat 340.000 pengunjung. Jumlah turis yang luar biasa mengkhawatirkan otoritas lokal, dan konservasionis. Hal ini menjadi sinyal kuat tentang meningkatkan kesadaran akan pentingnya menyeimbangkan pariwisata dengan konservasi.

Langkah ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kawasan konservasi besar lainnya yaitu Taman Nasional Ujung Kulon.

Terletak di ujung paling barat Pulau Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Status ini bukan tanpa alasan. Kawasan ini adalah rumah bagi beragam ekosistem, termasuk hutan pesisir, hutan hujan dataran rendah dan pegunungan, hutan rawa air tawar, bakau, dan sabana.

Di sini, kawasan ini juga menjadi benteng pertahanan terakhir bagi badak Jawa yang terancam punah (Rhinoceros sondaicus), gibbon Jawa, banteng, dan beberapa spesies burung dan reptil yang unik. Taman ini dibagi menjadi beberapa bagian, meliputi Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Krakatau, Pulau Peucang, Pulau Handeleum, Pulau Panaitan, dan Gunung Honje.

Setiap bagian dari Ujung Kulon memiliki pesona dan upaya konservasi yang unik, menjadikannya tujuan yang ideal untuk ekowisata. Namun, hal ini juga datang dengan tanggung jawab besar untuk tidak mengganggu ekosistem yang sangat rapuh ini.

Kebijakan pembatasan di Pulau Padar adalah cerminan dari dampak pariwisata massal. Agar Ujung Kulon tidak mengalami nasib serupa, setiap pengunjung harus menjadi bagian dari solusi. Berikut adalah panduan untuk kunjungan yang tak terlupakan sekaligus bertanggung jawab:

1. Hormati Satwa Liar: Selalu jaga jarak aman. Jangan pernah memberi makan, menyentuh, atau mengganggu hewan apa pun. Ingat, Anda adalah tamu di rumah mereka.

2. Bawa Pulang Sampah Anda: Pastikan semua sampah Anda bawa kembali dan buang di tempat yang semestinya.

3. Gunakan Pemandu Lokal: Menyewa pemandu lokal tidak hanya akan membuat perjalanan Anda lebih aman dan informatif, tetapi juga membantu perekonomian masyarakat sekitar.

4. Patuhi Aturan Taman Nasional: Ikuti semua arahan dari petugas dan pemandu. Aturan dibuat untuk melindungi Anda dan kelestarian alam.

5. Minimalkan Dampak: Gunakan tabir surya yang ramah terumbu karang (reef-safe sunscreen), jangan gunakan parfum dan sabun pewangi saat berada di hutan, jangan merokok untuk menghindari kebakaran hutan, dan hindari penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan menjadi turis yang sadar, kita bisa memastikan bahwa keindahan alam akan tetap ada untuk dinikmati generasi mendatang.

×
Berita Terbaru Update