-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prabowo Siapkan Transformasi Besar, Bulog Akan Berubah Jadi Lembaga Khusus Pengendali Pangan Nasional

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-18T01:31:04Z

Warta Bulukumba - Langit pagi di Jakarta terasa cerah, namun bagi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, hari itu bukan sekadar rutinitas kerja. Ia baru saja menegaskan sebuah wacana besar—perubahan status Bulog menjadi lembaga baru.

Langkah ini, katanya, bukan sekadar perubahan struktural, tapi bagian dari visi besar menjaga stabilitas pangan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagai institusi strategis negara di bidang pangan, Bulog mengemban amanah besar untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal seperti dikutip dari RRI.co.id

Menjaga ketahanan di tengah tantangan

Ahmad menegaskan, struktur Bulog saat ini masih relevan untuk menjawab tantangan pangan nasional yang semakin kompleks. Ia juga menyoroti prestasi Bulog di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai sektor pangan strategis.

“Stok beras tertinggi mencapai 4,2 juta ton dan penyerapan gabah hingga 3 juta ton tahun ini,” ujarnya.

Namun di balik angka itu, Ahmad memahami kebutuhan akan transformasi kelembagaan agar Bulog dapat lebih adaptif dan kuat menghadapi situasi pangan global yang tak menentu.

Dari Perum ke Badan Khusus?

Ahmad menyebut, transformasi Bulog menjadi badan khusus atau bahkan kementerian akan memperluas tanggung jawab lembaga tersebut. Dengan kewenangan lebih besar, Bulog diharapkan bisa mengendalikan sembilan bahan pokok (sembako) seperti masa kejayaannya di era Orde Baru.

“Ke depan, Bulog diharapkan tidak hanya fokus pada beras, tetapi juga seluruh kebutuhan pokok masyarakat,” kata Ahmad Rizal.

Langkah itu disebut sebagai upaya menghidupkan kembali peran Bulog sebagai penyeimbang ekonomi rakyat, bukan semata perusahaan negara berorientasi bisnis.

Dukungan politik dan sosial jadi kunci

Meski begitu, Ahmad mengingatkan, perubahan sebesar itu tidak lepas dari risiko. Ia menegaskan bahwa dukungan Presiden dan DPR RI menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan sosial serta efisiensi operasional Bulog.

“Transformasi ini membuat Bulog semakin berorientasi sosial dengan fokus pada stabilisasi harga dan pengendalian pangan nasional,” ujarnya.

Ahmad menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif terhadap kemungkinan risiko perubahan organisasi menjadi lebih besar.

Semangat dari Sabang sampai Merauke

Bagi Ahmad, masa depan Bulog tidak hanya bergantung pada kebijakan dan birokrasi, tetapi juga dukungan publik. Ia menyebut semangat gotong royong bangsa sebagai fondasi terkuat Bulog dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dukungan masyarakat dari Sabang sampai Merauke menjadi energi bagi Bulog untuk terus berbuat terbaik bagi negeri,” ujarnya menandaskan.

Dengan demikian, transformasi Bulog bukan hanya soal struktur baru—melainkan tentang membangun kembali kemandirian pangan nasional yang kokoh dan berdaulat.***

×
Berita Terbaru Update