-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Renungan Katolik Rabu 15 Oktober 2025, Celakahlah Kalian

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-18T00:56:06Z

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 15 Oktober 2025.

Tema renungan Katolik Celakahlah kalian.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik disiapkan untuk hari Rabu XXVIII, Peringatan Wajib Santa Teresia dari Avilla, Perawan, dengan warna liturgi Putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 15 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama : Rm 2:1-11

Allah membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?

Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. Sebab Allah tidak memandang bulu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 62:2-3,6-7,9

Refren: Tuhan, Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku, hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku, hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Bait Pengantar Injil : Yoh 10:27

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan;Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Celakahlah kalian, hai ahli-ahli kitab!

Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”

Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.” Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam sejahtera untuk kita semua. Pada hari ini, kita memperingati Santa Teresa dari Avila, seorang mistikus, Pujangga Gereja, dan pembaharu Ordo Karmelit. Tema "Celakalah kalian" mengajak kita untuk merenungkan tentang bahaya kemunafikan, pentingnya pertobatan, dan bagaimana kita dapat hidup dalam kebenaran dan kasih Allah, seperti yang diteladankan oleh Santa Teresa.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam surat Paulus (Roma 2:1-11), Paulus menegaskan bahwa setiap orang yang menghakimi orang lain, menghukum dirinya sendiri, karena ia melakukan hal-hal yang sama. Ia menjelaskan bahwa penghakiman Allah adalah benar dan adil, dan bahwa Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Tidak ada pengecualian, baik bagi orang Yahudi maupun orang Yunani. Kemuliaan, hormat, dan damai sejahtera akan diberikan kepada setiap orang yang berbuat baik, tetapi murka dan geram akan menimpa mereka yang mementingkan diri sendiri, menolak kebenaran, dan mengikuti kelaliman. Dalam Injil Lukas 11:42-46, Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena kemunafikan mereka. Ia berkata, "Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, mentol dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang ini harus dilakukan dan yang itu jangan diabaikan. Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka dihormati di pasar." Yesus mengecam mereka karena mereka lebih memperhatikan hal-hal lahiriah daripada keadaan hati mereka. Yesus juga mengecam para ahli Taurat karena mereka membebani orang lain dengan peraturan-peraturan yang berat, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya dengan satu jari pun. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki belas kasihan dan tidak memahami beban yang mereka pikulkan kepada orang lain. Refleksi kita adalah tentang Penghakiman Diri: Apakah kita sering menghakimi orang lain, ataukah kita lebih fokus pada memeriksa diri sendiri dan memperbaiki kekurangan kita? Prioritas: Apakah kita memprioritaskan keadilan, kasih, dan belas kasihan, ataukah kita lebih fokus pada hal-hal lahiriah, seperti ritual dan upacara keagamaan? Keteladanan: Apakah kita menjadi teladan yang baik bagi orang lain dalam perkataan dan tindakan kita? Apakah kita membebani orang lain dengan aturan-aturan yang sulit, ataukah kita berusaha untuk meringankan beban mereka? Keseimbangan: Apakah kita berusaha untuk menyeimbangkan antara kewajiban agama dan kasih kepada sesama? Apakah kita memahami bahwa kasih adalah inti dari hukum Taurat dan kitab para nabi?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: hari ini, marilah kita merenungkan panggilan untuk hidup dalam kebenaran, keadilan, dan kasih. Kedua, semoga kita diberi hikmat untuk mengenali kemunafikan dalam diri kita dan kekuatan untuk mengatasinya. Ketiga, maka mari kita berdoa agar kita selalu terbuka untuk menerima kasih karunia Allah dan menjadi saksi yang hidup bagi-Nya di dunia ini, seperti Santa Teresa dari Avila yang setia.  (Sumber the katolik.com /kgg).

Berita Lainnya di Google News

×
Berita Terbaru Update