PIKIRAN RAKYAT BENGKULU– Momentum 'Banteng' yang luar biasa di saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akhirnya kehabisan bensin. Pada perdagangan kemarin, Selasa (14/10), saham ini mengalami aksi ambil untung ( profit taking ) massal yang membuat harganya anjlok signifikan.
Berdasarkan data ringkasan BEI, harga saham CDIA ditutup ambrol 270 poin atau anjlok 11,8% ke level Rp2.010 . Pelemahan dahsyat ini terjadi di tengah nilai transaksi yang kembali fantastis, mencapai Rp1,96 triliun dalam sehari.
Tekanan jual ini juga didominasi oleh investor asing. Tercatat, investor asing melakukan penjualan bersih ( net sell ) yang sangat besar, memperkuat sinyal bahwa reli panjang yang terjadi sejak awal bulan kini telah memasuki fase koreksi besar.
Pada perdagangan Sesi I saham CDIA hari ini , Rabu (15/10), volatilitas masih sangat tinggi. Saham ini diperdagangkan dalam rentang lebar antara Rp1.905 hingga Rp2.070 . Level Rp2.000 kini menjadi benteng pertahanan psikologis yang krusial.
Analisis: Ujian Sebenarnya Bagi Para 'Banteng'
Anjloknya harga saham kemarin adalah sinyal profit taking paling kuat yang terjadi sejak reli dimulai.
Penurunan tajam yang didukung oleh volume triliunan dan aksi jual asing menandakan bahwa banyak investor besar memutuskan untuk merealisasikan keuntungan mereka.
Pergerakan saham CDIA hari ini adalah ujian sebenarnya bagi sisa kekuatan 'Banteng'. Pasar akan melihat apakah level psikologis Rp2.000 mampu bertahan sebagai support baru, atau justru akan ditembus ke bawah yang dapat memicu tekanan jual lebih lanjut.
Kemampuan harga untuk bertahan di atas level ini akan menjadi kunci bagi arah pergerakan saham CDIA dalam beberapa hari ke depan. **
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata, bukan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh pembaca. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan informasi ini. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum berinvestasi.