-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Studi Ungkap Otak Pria Menyusut Lebih Cepat daripada Wanita, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Senin, 20 Oktober 2025 | Oktober 20, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-28T11:10:05Z
Kalangan Jambi- Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengungkap bahwa otak pria cenderung menyusut lebih cepat dibandingkan wanita seiring bertambahnya usia.

Dikutip dari Science Alert, penyusutan otak sebenarnya merupakan proses alami yang terjadi pada semua manusia. Namun, pada penderita Alzheimer, penyusutan ini bisa berlangsung jauh lebih cepat dan menyebabkan penurunan volume otak yang signifikan.

Menariknya, meskipun wanita dua kali lebih sering didiagnosis Alzheimer dibandingkan pria, informasi tentang bagaimana jenis kelamin memengaruhi volume otak masih terbatas. Hasil studi terbaru menunjukkan bahwa penyusutan materi abu-abu dan putih pada otak wanita berlangsung lebih lambat dibandingkan pria.

“Jika otak wanita mengalami penurunan lebih besar, hal itu mungkin menjelaskan mengapa kasus Alzheimer lebih banyak terjadi pada wanita,” jelas Anne Ravndal, ahli saraf dari Universitas Oslo, Norwegia.

Ravndal dan timnya menganalisis lebih dari 12.000 pemindaian otak dari peserta berusia 17 hingga 95 tahun. Setiap peserta menjalani minimal dua kali MRI dengan jeda rata-rata sekitar tiga tahun. Setelah memperhitungkan ukuran otak berdasarkan jenis kelamin, ditemukan bahwa pria mengalami penurunan di lebih banyak area otak, terutama pada bagian korteks saat usia menua.

Sementara itu, wanita menunjukkan penurunan di lebih sedikit area, dan ketebalan korteks mereka relatif stabil. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan biologis dalam proses penuaan otak antara pria dan wanita. Meski begitu, para peneliti menekankan pentingnya menafsirkan hasil ini dengan hati-hati karena penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.

Faktanya, bidang penelitian tentang biologi penuaan otak masih menunjukkan ketimpangan besar. Pada 2019, hanya sekitar 5 persen studi ilmu saraf dan psikiatri yang mempertimbangkan faktor jenis kelamin. Akibatnya, hasil penelitian sebelumnya sering kali tidak konsisten — beberapa menemukan penurunan lebih cepat pada pria, sementara lainnya justru pada wanita.

Dalam studi terbaru ini, tim peneliti menemukan perbedaan mencolok dalam volume otak total, volume subkortikal, ketebalan korteks, serta luas permukaan otak. Namun, mereka tidak menemukan perbedaan signifikan dalam perubahan volume hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori dan pembelajaran.

Menariknya, penurunan hippocampus pada wanita baru terlihat pada usia yang lebih tua, setelah memperhitungkan faktor harapan hidup. Artinya, hal ini kemungkinan bukan karena risiko demensia lebih tinggi, melainkan karena wanita cenderung hidup lebih lama dibandingkan pria.

Para ilmuwan menegaskan, membedakan pengaruh jenis kelamin, faktor genetik, dan lingkungan terhadap perubahan otak masih menjadi tantangan besar. Untuk memahami sepenuhnya, penelitian jangka panjang yang lebih mendalam masih sangat diperlukan.

×
Berita Terbaru Update