- Chemsdine Talbi menjadi pahlawan bagi Sunderland setelah mencetak gol kemenangan dramatis di masa injury time, memastikan timnya menaklukkan Chelsea dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu malam.
Gol penentu dari pemain internasional Maroko berusia 20 tahun itu lahir di penghujung laga, ketika ia berlari tanpa kawalan ke dalam kotak penalti dan memanfaatkan umpan matang dari Brian Brobbey. Finishing ciamik tersebut membuat para pendukung Sunderland yang memadati area tandang di Shed End meledak dalam euforia, kemenangan bersejarah yang menegaskan keberanian tim tamu menghadapi klub papan atas.
Chelsea sejatinya tampil dominan di awal laga. Tim asuhan Enzo Maresca tampak berusaha mempertahankan momentum positif usai finis di posisi keempat musim lalu. Serangan cepat mereka di sisi kiri membuahkan hasil ketika Alejandro Garnacho, rekrutan musim panas senilai 40 juta pounds, membuka keunggulan The Blues. Winger muda asal Argentina itu menuntaskan umpan dari Pedro Neto dengan penyelesaian rendah melewati kiper Robin Roefs, sekaligus mencetak gol perdananya bagi klub London tersebut.
Namun, Sunderland di bawah komando Regis Le Bris tidak gentar. The Black Cats menunjukkan penguasaan bola yang matang dan struktur permainan yang solid. Mereka mampu menyamakan kedudukan melalui Wilson Isidor, pencetak gol terbanyak tim musim ini. Gol tersebut berawal dari lemparan ke dalam jarak jauh Nordi Mukiele, sebuah taktik yang semakin sering dimanfaatkan di Premier League. Bola hasil lemparan Mukiele memantul di antara pertahanan Chelsea dan disambar Isidor untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Chelsea berupaya kembali memimpin lewat sejumlah peluang berbahaya. Marc Cucurella beberapa kali naik membantu serangan, memaksa Roefs bekerja keras di bawah mistar. Reece James juga sempat mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Cucurella, tetapi penjaga gawang Sunderland itu menepis dengan reaksi cepat.
Meski tekanan terus datang, Sunderland tetap disiplin dalam bertahan dan efektif dalam transisi menyerang. Granit Xhaka dan Enzo Le Fee menjaga keseimbangan di lini tengah, sementara Reinildo Mandava berhasil menutup ruang gerak Neto sepanjang babak kedua.
Pertandingan tampak akan berakhir imbang, hingga momen krusial terjadi di masa injury time. Brian Brobbey berhasil menguasai bola di antara dua bek Chelsea dan memberikan umpan kepada Talbi yang berdiri bebas. Dengan tenang, pemain muda asal Maroko itu melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh, menaklukkan Robert Sanchez dan memastikan tiga poin bagi Sunderland.
Hasil ini memperpanjang catatan impresif Sunderland di awal musim dan menandai kemenangan penting atas tim besar Liga Inggris. Sementara bagi Chelsea, kekalahan ini menjadi tamparan keras dalam upaya mereka menjaga konsistensi di bawah Maresca.
Pertandingan ini sekaligus menunjukkan kematangan taktik Sunderland di bawah Le Bris. Mereka mampu mengimbangi tim bertabur bintang dan memanfaatkan celah kecil dengan efektif. Dengan organisasi pertahanan yang solid dan efektivitas dalam serangan balik, Sunderland sukses membungkam Stamford Bridge, sesuatu yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan kemenangan 2-1 ini, Sunderland naik ke papan tengah klasemen sementara Premier League, sementara Chelsea harus segera bangkit untuk menghindari tekanan dari tim-tim pesaing di zona Eropa.