Laporan Wartawan , Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Aktivis mahasiswa menyerukan perlunya penguatan pendidikan karakter dan toleransi di Kabupaten Mimika menyusul kesalahpahaman antarsiswa di SMP Kristen Kalam Kudus Mimika.
Ketua Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Timika (Somama-Ti), Yoki Sondegau, meminta semua pihak menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran penting untuk menjaga keharmonisan sekolah.
"Karena sekolah adalah tempat membangun karakter, bukan sekadar pengetahuan," tegas Yoki, dalam rilis yang diterima Rabu (15/10/2025).
Yoki mengajak guru, siswa, dan orang tua bersama-sama menjaga suasana sekolah yang aman dan penuh kasih.
Pemerintah daerah dan dinas terkait juga didorong untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai toleransi di setiap jenjang pendidikan.
"Kebijakan daerah harus diarahkan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap keberagaman, sejalan dengan semangat Otonomi Khusus Papua," tutur Yoki.
Lebih lanjut, Yoki mengusulkan Pemerintah Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat merumuskan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus).
Perdasus tersebut diusulkan untuk mengatur secara spesifik tentang pendidikan karakter dan pembinaan nilai-nilai kemanusiaan di sekolah.
"Saya yakin erdasus akan menjadi dasar hukum kuat menanamkan nilai toleransi, kasih, dan keadilan dalam dunia pendidikan di Tanah Papua," terang Yoki..
Melalui seruan ini, Yoki berharap semua pihak menjadikan momentum tersebut untuk membangun lingkungan belajar yang harmonis, damai, dan berkarakter di Mimika.
Sekadar diketahui, peristiwa itu terjadi Rabu (8/10/2025), berawal dari ucapan kurang pantas antarpelajar yang memicu reaksi keluarga salah satu siswa.
Pihak keluarga bersama sejumlah elemen masyarakat pun mendatangi sekolah pada Senin (13/10/2025) untuk menyampaikan aspirasi agar sekolah menyelesaikan persoalan secara bijak, mendidik, dan berkeadilan. (*)