Gangguan yang diduga berasal dari jaringan utama di Likan Telu ini bukan sekadar masalah komunikasi, melainkan telah menciptakan krisis digital yang melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik masyarakat setempat.
Dampak Fatal: Pekerjaan Mandek, Warga Terpaksa "Nebeng" WiFi
Jaringan Telkomsel merupakan backbone konektivitas utama di wilayah ini. Hilangnya sinyal ini membawa dampak buruk yang luar biasa, terutama bagi mereka yang bergantung pada internet untuk pekerjaan dan data.
Seperti yang dialami oleh Rice dan Alber warga Desa Sangan Kalo. Keduanya menuturkan bahwa gangguan ini membuat aktivitas mereka benar-benar terhenti.
"Sudah lima hari kami tidak bisa mengirim data. Pekerjaan yang berbasis internet menjadi terbengkalai. Satu-satunya cara adalah pergi ke Puskesmas Wukur untuk menumpang (nebeng) WiFi," ungkap Rice dan Alber, Minggu.
Keterbatasan ini memaksa warga kehilangan waktu dan biaya transportasi hanya untuk mengakses koneksi internet dasar—sebuah ironi di tengah era digital yang menjanjikan kemudahan akses di seluruh negeri.
Ketergantungan pada Operator Backup yang Tidak Andal
Meskipun di lokasi tersebut terdapat jaringan alternatif dari XL, warga melaporkan bahwa layanan tersebut tidak bisa diandalkan, terutama untuk kebutuhan mengirim data atau pekerjaan yang memerlukan koneksi stabil.
Kualitas jaringan yang tidak merata ini semakin memperburuk frustrasi masyarakat terhadap monopoli layanan telekomunikasi yang seharusnya prima.
Rice dan Alber dengan tegas menuntut Telkomsel untuk menunjukkan tanggung jawabnya.
"Kami berharap pihak Telkomsel dan Telkom Group segera turun tangan. Ini sudah hari kelima. Kami bayar paket, kami berhak mendapatkan layanan," tuntut mereka.
Menanti Respon Cepat dari Telkomsel
Gangguan jaringan yang berkepanjangan ini bukan yang pertama kali terjadi di Manggarai Timur, menggarisbawahi perlunya investasi dan pemeliharaan infrastruktur yang lebih serius, khususnya di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.
Masyarakat Elar Selatan, khususnya Desa Sangan Kalo, bukan hanya membutuhkan sinyal yang hidup, tetapi sinyal yang stabil untuk mendukung kemajuan pendidikan dan perekonomian lokal.
Warga berharap Telkomsel dapat segera mengirimkan tim teknis ke lokasi untuk memulihkan jaringan hari ini juga, mengakhiri "puasa digital" yang merugikan warga Elar Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel mengenai penyebab pasti gangguan di Base Transceiver Station (BTS) Likan Telu dan estimasi waktu pemulihan jaringan.***