LINTAS GUNUNGKIDUL -- Pertandingan Slovenia vs Kosovo pada 16 November 2025 menjadi salah satu duel terpanas dalam kalender pertandingan internasional akhir tahun.
Slovenia yang tampil di depan publik sendiri mencoba mencuri inisiatif sejak awal, namun justru dikejutkan oleh agresivitas Kosovo.
Baru memasuki menit ke-6, Kosovo sudah membuka keunggulan.
Mergim Vojvoda melepaskan bola terobosan akurat kepada Fisnik Asllani, yang kemudian menuntaskannya dengan tembakan ke sudut kiri bawah gawang untuk mengubah skor menjadi 0-1.
Slovenia merespons melalui penguasaan bola dan beberapa peluang, termasuk sundulan tipis Zan Vipotnik dan tembakan Horvat yang ditepis Saipi.
Namun ketenangan Kosovo dalam bertahan membuat tuan rumah kesulitan mendapatkan ruang.
Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan Kosovo, meski intensitas pelanggaran cukup tinggi.
Drama benar-benar memuncak di babak kedua.
Pelatih Matjaž Kek melakukan dua pergantian sekaligus, salah satunya memasukkan Petar Stojanovic menggantikan Erik Janza.
Namun keputusan ini justru menjadi bumerang besar.
Hanya satu menit berada di lapangan, Stojanovic langsung mendapat kartu kuning akibat tackle terlambat.
Situasi memburuk saat pada menit ke-53 ia kembali melakukan pelanggaran keras, dan wasit Clement Turpin tak ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang langsung berubah menjadi kartu merah.
Dengan demikian, Stojanovic dikeluarkan hanya dalam rentang tujuh menit setelah masuk.
Kartu merah tersebut membuat keseimbangan permainan Slovenia runtuh. Kosovo memanfaatkan situasi dan terus menekan.
Hasilnya, pada menit ke-64, sebuah crossing yang coba dihalau Zan Karnicnik justru berakhir menjadi gol bunuh diri, mengubah skor menjadi 0-2.
Slovenia mencoba melakukan rotasi pemain untuk menambah energi serangan, namun permainan mereka tidak pernah kembali stabil.
Statistik menunjukkan dominasi Kosovo dalam penyelesaian akhir: 15 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran.
Slovenia hanya mencatat 6 tembakan dengan xG 0.30, jauh dari efektif. Meskipun penguasaan bola imbang 50-50, Slovenia gagal memanfaatkan area final ketiga.
Pertandingan ini menjadi pelajaran berat bagi Slovenia, terutama mengenai disiplin dan efisiensi. Kosovo tampil lebih rapi dan mampu mengendalikan emosi pertandingan.
Sementara itu, momen Stojanovic yang langsung mendapat kartu kuning dan merah menjadi sorotan utama dan salah satu incident paling menentukan jalannya laga.***