- Pada bulan Oktober 2025, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) mengumumkan data penjualan mobil di Indonesia. Secara keseluruhan, total penjualan wholesales mencapai 74.019 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,4 persen dibandingkan dengan Oktober 2024 yang tercatat sebanyak 77.404 unit.
Meski terjadi penurunan secara keseluruhan, salah satu merek asal Tiongkok, BYD, berhasil mencatatkan prestasi yang menonjol. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan mobil anyarnya, BYD Atto 1, yang mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia. Peluncuran mobil ini dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) memicu reaksi cepat dari brand lain, yang turun tangan dengan menurunkan harga beberapa model agar tetap bisa bersaing di pasar otomotif.
BYD Atto 1 sukses menjadi model mobil dengan penjualan tertinggi pada Oktober 2025, dengan angka penjualan sebesar 9.396 unit. Angka ini jauh melampaui posisi kedua yang dipegang oleh Toyota Kijang Innova dengan penjualan sebanyak 4.913 unit. Bahkan, penjualan Toyota Kijang Innova hampir dua kali lipat lebih rendah dibandingkan BYD Atto 1.
Hasil penjualan yang luar biasa ini membuat BYD berada di posisi ketiga secara keseluruhan, dengan penjualan wholesales sebesar 10.593 unit. Meskipun demikian, penjualan BYD masih kalah dari merek-merek besar seperti Toyota dan Daihatsu.
Berikut adalah daftar model mobil terlaris pada Oktober 2025:
- BYD Atto 1: 9.396 unit
- Toyota Kijang Innova (Zenix dan Reborn): 4.913 unit
- Daihatsu Gran Max PU: 4.214 unit
- Toyota Avanza: 3.087 unit
- Suzuki Carry PU: 3.059 unit
- Toyota Calya: 3.057 unit
- Honda Brio (RS dan Satya): 2.175 unit
- Toyota Rush: 2.014 unit
- Mitsubishi Xpander: 1.926 unit
- Mitsubishi Destinator: 1.772 unit
Perkembangan Pasar Otomotif di Indonesia
Perlu dicatat bahwa meskipun penjualan keseluruhan mengalami penurunan, banyak model mobil yang masih mampu bertahan dan bahkan meningkatkan penjualannya. Misalnya, Toyota Avanza, yang dikenal sebagai mobil sejuta umat, masih mampu menjual 3.087 unit, sementara Suzuki Carry Pick Up juga mampu mencatatkan penjualan sebesar 3.059 unit.
Selain itu, mobil-mobil seperti Honda Brio, Toyota Rush, dan Mitsubishi Xpander juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Bahkan, Mitsubishi Destinator mampu meraih penjualan sebesar 1.772 unit, yang menunjukkan adanya minat yang cukup besar terhadap model-model baru di pasar otomotif Indonesia.
Dengan perkembangan ini, tampaknya pasar otomotif Indonesia masih tetap dinamis, meskipun sedang menghadapi tantangan akibat penurunan penjualan secara keseluruhan. Merek-merek besar seperti Toyota dan Daihatsu tetap menjadi pemain utama, sementara merek asing seperti BYD mulai menunjukkan pengaruhnya di pasar lokal.***