- Luka dalam di bagian dalam bibir bawah bisa terasa menyakitkan dan tampak menakutkan, terutama jika disertai perdarahan hebat. Meski begitu, sebagian besar luka jenis ini dapat ditangani dengan pertolongan pertama sederhana di rumah. Namun, jika perdarahan tidak berhenti setelah diberikan tekanan, penanganan medis segera menjadi langkah yang sangat penting.
Luka di bagian dalam bibir biasanya mengeluarkan banyak darah dan terasa nyeri. Kondisi ini membuat sulit menilai seberapa dalam luka tersebut. Luka yang dangkal umumnya sembuh sendiri tanpa jahitan, tetapi luka yang lebih dalam mungkin memerlukan perawatan medis. Dokter biasanya akan memberikan jahitan jika luka lebih panjang dari satu setengah sentimeter, memiliki tepi yang robek tidak rata, atau terus berdarah selama lebih dari 10 menit.
Jika darah keluar begitu banyak hingga luka sulit terlihat, segera tekan area tersebut dengan kain bersih dan pertahankan tekanan sambil mencari bantuan medis. Selain itu, segera periksakan diri ke dokter jika luka tampak kotor, disebabkan oleh gigitan hewan, tertusuk benda yang tidak steril, menimbulkan rasa nyeri hebat, atau dicurigai merusak bagian lain di wajah atau rongga mulut. Luka lama yang menunjukkan tanda-tanda infeksi juga perlu diperiksa segera.
Melansir dari Medical News Today , luka di dalam mulut berisiko terinfeksi karena area tersebut lembap dan penuh bakteri alami. Tanda-tanda infeksi meliputi pembengkakan, munculnya nanah, dan demam. Jika ini terjadi, dokter kemungkinan akan memberikan antibiotik untuk mencegah kondisi semakin parah.
Pertolongan Pertama pada Luka di Bibir
Saat menunggu penanganan medis atau melakukan perawatan sendiri di rumah, langkah pertolongan pertama dapat membantu menghentikan perdarahan dan menurunkan risiko infeksi. Pastikan untuk mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh area luka. Tekan luka dengan kain atau perban bersih selama beberapa menit hingga darah berhenti mengalir. Setelah perdarahan melambat, berkumurlah dengan air dingin untuk membersihkan sisa partikel dari luka.
Mengisap es batu kecil bisa membantu memperlambat perdarahan sekaligus mengurangi bengkak. Namun, jika setelah 10 menit darah masih terus keluar, segera temui dokter karena mungkin diperlukan perawatan profesional.
Perawatan Medis untuk Luka Dalam di Bibir
Penanganan medis terhadap luka dalam di bibir bergantung pada lokasi dan tingkat keparahan cedera. Dokter biasanya akan membersihkan luka menggunakan air steril atau larutan saline, lalu memeriksa apakah ada benda asing yang tertinggal di dalam luka. Jika diperlukan, dokter akan memberikan anestesi lokal agar pasien tidak merasa sakit saat luka diperiksa lebih dalam.
Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan pencitraan untuk memastikan tidak ada serpihan benda asing yang tertinggal. Jika luka tampak berisiko infeksi, antibiotik akan diresepkan. Untuk luka tusuk, dokter mungkin memberikan suntikan tetanus jika pasien belum mendapatkan vaksin penguat dalam lima tahun terakhir. Setelah luka dibersihkan, dokter bisa menutupnya dengan jahitan dan memberikan salep antibiotik agar tetap steril di rumah.
Perawatan Setelah Mendapat Penanganan Medis
Setelah dirawat, menjaga kebersihan luka menjadi kunci utama agar proses penyembuhan berjalan cepat dan tanpa komplikasi. Dokter biasanya memberikan panduan khusus, seperti mengonsumsi antibiotik oral atau mengoleskan salep antibiotik di area luka secara rutin.
Obat pereda nyeri atau antiinflamasi yang dijual bebas juga bisa membantu mengurangi rasa sakit. Jika luka membuat sulit makan, pilih makanan lembut dan hindari yang pedas atau asam hingga kondisi membaik. Untuk luka dengan jahitan, dokter mungkin perlu melepasnya beberapa hari kemudian tergantung jenis benang yang digunakan.
Waktu penyembuhan dapat bervariasi, tetapi luka di dalam mulut umumnya sembuh lebih cepat dibanding bagian tubuh lain. Hal ini karena air liur mengandung protein yang membantu memperbaiki jaringan, sebagaimana ditemukan dalam studi tahun 2018.
Kemungkinan Komplikasi Akibat Luka di Bibir Bawah
Luka di bagian dalam bibir bawah bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi dan jaringan parut. Meskipun perawatan pertama dan menjaga kebersihan luka dapat mencegah infeksi, risikonya tetap ada sampai luka benar-benar sembuh. Karena itu, penting mengikuti saran dokter dan segera melapor jika muncul demam atau tanda-tanda infeksi lainnya.
Pencegahan Cedera di Mulut
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah luka serius di dalam mulut. Hindari berjalan atau berlari sambil membawa benda di mulut, seperti sedotan atau pensil. Jangan menggigit atau mengunyah benda tajam, dan gunakan pelindung mulut saat berolahraga. Selain itu, makanlah dengan perlahan dan hindari aktivitas lain sambil makan agar tidak tergigit bagian dalam bibir atau pipi secara tidak sengaja.