Krisis air bersih masih membayangi warga Kampung Apung, Kapuk Teko, RT 10/RW 01, Kalideres, Jakarta Barat.
Hingga kini, warga setempat terpaksa mengandalkan air sumur yang keruh untuk mandi dan mencuci, serta membeli air pikul untuk kebutuhan memasak dan minum.
Bagi warga Kampung Apung, Kapuk Teko, Kalideres, Jakarta Barat, air bersih adalah kemewahan yang tidak mudah didapat. Sudah puluhan tahun mereka hidup di atas genangan, dengan air sumur yang keruh, berbau, dan meninggalkan noda karat di kamar mandi umum.
“Sangat tercemar sekali, masyarakat sini untuk konsumsinya membeli air bersih dari gerobak pikul, satu pikul harganya Rp 6.000 dan itu menjadi kesulitan warga” ujar Juhri salah satu warga Kampung Apung Teko
Harga air pikul kini mencapai Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per pikul. Dalam sepekan, rata-rata setiap keluarga menghabiskan dua hingga lima pikul air demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi warga yang sebagian besar berpenghasilan rendah.
Selain persoalan air bersih, kondisi sanitasi di Kampung Apung juga mengkhawatirkan. Air sumur yang digunakan warga untuk mandi tampak kekuningan dan berbau tak sedap. Bekas-bekas berwarna karat bahkan menempel di dinding kamar mandi umum dan tempat MCK yang digunakan bersama.
Menanggapi keluhan warga, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait krisis air bersih di wilayah Kapuk Teko. Ia menginstruksikan Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk segera menyalurkan bantuan air bersih dan mempercepat proses pemasangan sambungan air PAM bagi warga terdampak.
Kampung Apung, yang sebagian wilayahnya tergenang secara permanen akibat penurunan tanah dan buruknya drainase, selama ini dikenal dengan kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Di tengah himpitan ekonomi dan keterbatasan infrastruktur, krisis air bersih kini menjadi persoalan mendesak yang menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah.
Di Kampung Apung, setiap tetes air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi juga harapan yang belum berhenti diperjuangkan.