PORTAL PEKALONGAN - JAKARTA - Pergantian posisi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa pada awal September 2025 memicu reaksi pasar modal Indonesia yang signifikan.
Reaksi IHSG dan Sentimen Pasar
Setelah penunjukan Purbaya, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) sempat anjlok sekitar 1,28 % sebagai respons investor atas ketidakpastian kebijakan ekonomi ke depan.
Namun, dalam bulan-pertama kepemimpinannya, Purbaya menyatakan sudah mulai muncul “optimisme publik” yang berpotensi mendorong rebound indeks.
Di sisi lain, ia memperkirakan bahwa IHSG bisa menembus level 9.000 hingga akhir tahun, dan secara jangka panjang bahkan mencapai angka spektakuler yakni 32.000 dalam 10 tahun ke depan.
Saham Potensial dan Arah Investasi
Dalam konteks ini, investor aktif mencari emiten yang bisa diuntungkan dari kebijakan fiskal dan penguatan pengawasan yang dijanjikan Purbaya. Beberapa tema utama yang muncul:
Saham bank besar dan lembaga keuangan yang mungkin mendapat dukungan dari kebijakan moneter dan fiskal.
Emiten kendaraan industri dalam negeri—karena penguatan daya beli dan potensi stimulus ekonomi — meskipun belum spesifik disebut oleh menteri.
Emiten yang memiliki tata kelola baik dan fundamental kuat—karena Purbaya menekankan bahwa indeks tidak bisa hanya didorong oleh “saham gorengan”.
Namun, masih terdapat risiko — di antaranya investor masih menunggu bukti konkret tindakan, dan IHSG sebelumnya mencerminkan ketidakpastian kebijakan yang sedang dibentuk.
Gebrakan Purbaya membuka babak baru di pasar modal Indonesia: tekanan awal muncul akibat perubahan administrasi, namun peluang besar tampak ketika kebijakan mulai tersusun.
Investor disarankan memantau emiten berfundamental kuat dalam sektor keuangan dan industri, sambil tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek.***