-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hotel-Hotel di Jogja Mulai Ramai Dipesan untuk Perayaan Tahun Baru 2026

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-07T01:30:15Z

jogja. , YOGYAKARTA - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam tren reservasi kamar hotel menjelang momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 .

Peningkatan ini sejalan dengan rutinitas tahunan saat memasuki periode akhir tahun.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan bahwa peningkatan reservasi sudah mulai terlihat.

"Kalau Desember rata-rata (reservasi) sudah 60 persen," ujarnya di Yogyakarta pada Rabu (5/11).

Bahkan, khusus di kawasan Kota Yogyakarta, terutama area Malioboro, rata-rata tingkat reservasi sudah mencapai sekitar 75 persen untuk Desember 2025.

Deddy memperkirakan bahwa tren reservasi ini berpotensi terus meningkat hingga mendekati periode libur panjang.

Walaupun berdasarkan capaian tahun-tahun sebelumnya tingkat okupansi wilayah tengah DIY bisa mencapai 95 hingga hampir 100 persen, PHRI DIY kali ini memasang target yang lebih konservatif, yaitu 85 persen, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti cuaca, politik, dan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi keputusan wisatawan.

Strategi Antisipasi Cuaca dan Keamanan Wisatawan

Mengingat potensi bencana hidrometeorologi pada Desember, PHRI DIY telah menyiapkan langkah antisipasi dengan berkoordinasi erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Para pelaku usaha perhotelan telah diinstruksikan untuk menyiapkan langkah penanganan kebencanaan bagi tamu, memberikan informasi cuaca secara berkala kepada tamu melalui sistem informasi kamar atau staf hotel, mengedukasi wisatawan mengenai informasi cuaca agar tidak menimbulkan keresahan, tetapi tetap merasa aman selama di Yogyakarta.

“Mengarahkan wisatawan ke destinasi alternatif apabila lokasi tujuan mereka terdampak cuaca buruk,” katanya.

Pemerataan Destinasi untuk Hindari Penumpukan

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi turut menyambut baik peningkatan ini dan mengungkapkan strategi pemerintah daerah untuk mengelola lonjakan wisatawan.

Dinas Pariwisata akan fokus pada strategi pemerataan kunjungan agar wisatawan tidak hanya terpusat di kawasan kota dan Sleman.

"Promosi destinasi alternatif mulai ditingkatkan, termasuk wilayah Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul," kata Imam.

Selain itu, pengelola destinasi wisata yang berisiko, terutama saat musim hujan, diinstruksikan untuk meninjau kembali dan memastikan Prosedur Operasional Standar (SOP) penanganan keadaan darurat dijalankan dengan baik.

Dengan persiapan paket akhir tahun yang menarik dari hotel, serta strategi pemerataan destinasi dan mitigasi risiko cuaca dari pemerintah, DIY siap menyambut wisatawan pada libur Nataru 2025/2026. (antara/jpnn)

×
Berita Terbaru Update