-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kembangkan Koperasi Merah Putih, Kemenkop Bangun Infrastruktur di 1.000 Titik

Jumat, 31 Oktober 2025 | Oktober 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-01T11:00:48Z

, MALANG — Pemerintah lewat Kementerian Koperasi berkomitmen mendukung pengembangan Koperasi Merah Putih (KMP) dengan membantu membangun infrastruktur seperti gudang dan gerai yang pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mengatakan pembangunan infrastruktur KMP saat ini masuk tahap groundbreaking dengan jumlah mencapai 1.000-an titik, bahkan lebih.

"Tapi ini terus simultan. Kami lakukan karena pembangunan fisik, gudang-gudang, dan gerai serta sarana pendukung itu menjadi penting," kata Menkop Ferry Juliantono saat menghadiri Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya ke-64, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, pemerintah terus melakukan inventarisasi tanah di desa-desa untuk dibangun infrastruktur mendukung KMP. Inventarisasi itu mencakup kecukupan luas, lokasi strategis atau tidak, dan lainnya.

Ferry telah bertemu dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Sekretaris Daerah (Sekda) seluruh Indonesia untuk menginventarisasi aset tanah milik pemerintah.

Aset-aset milik negara di desa bisa milik Kementerian Kelautan Perikanan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan. Tanah-tanah itu nantinya bisa dimanfaatkan kegiatan operasional Koperasi Merah Putih.

"Jadi memang perlu waktu, tapi prosesnya jalan terus," kata dia. Saat ini, sudah terbentuk 82.231 KMP berbadan hukum.

Terkait keinginan Universitas Brawijaya (UB) untuk ikut membantu pengembangan koperasi, terutama KMP, Kemenkop menerima dengan tangan terbuka.

Nantinya, akan ada living laboratory alias laboratorium hidup yang melibatkan mahasiswa dan pengajar Universitas Brawijaya.

Rektor UB, Prof Widodo, menilai gerakan untuk Koperasi Merah Putih ini luar biasa untuk membangun Indonesia, mengingat masyarakat banyak tinggal di daerah dan di desa. Kekayaan alam juga ada di desa sehingga ekonomi harus dibangun serius.

"Kalau ekonomi di desa ini tumbuh, maka masyarakat khususnya pemuda, dia tidak harus keluar desa, dia tidak harus ke kota sehingga pembangunan melalui Koperasi Merah Putih itu very strategic untuk membangun Indonesia, dimulai dari pembangunan di desa-desa," katanya.

Dengan demikian, UB yang selama ini memang concern terhadap pemberdayaan masyarakat pedesaan senang mendapatkan program-program yang sangat bagus. UB perlu mendukung program Kementerian Koperasi.

"Ini juga menjadi jawaban dari perguruan tinggi, bahwa kita bukan di menara gading, tapi kita harus hadir secara langsung di masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi mempunyai beberapa program yang nanti bisa disinergikan dengan Kementerian Koperasi, di antaranya, UB mempunyai program Doktor Mengabdi. Intinya, dosen-dosen UB diturunkan untuk ke lapangan membangun desa.

Selain itu, ada program Mahasiswa Membangun Desa yang ini juga bisa diarahkan untuk bisa membangun KMP dan membantu koperasi yang ada di desa-desa.

×
Berita Terbaru Update