Kehadiranya langsung disambut tangis haru keluarga yang datang menjemputnya."Reni telah diperdaya. Modusnya pekerjaan, tapi ujungnya adalah eksploitasi. Di sana, ada fenomena kesulitan mendapatkan pasangan, sehingga muncul jasa-jasa gelap yang menawarkan pasangan dari luar. Reni adalah korbannya.
Alhamdulillah, Teh Reni berhasil diamankan. Seluruh masalah hukumnya, termasuk membatalkan pernikahan ilegal itu, sudah rampung. Teh Reni sekarang adalah manusia merdeka," kata Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, yang hadir dalam acara itu.
Sinergi kuat antara Polda Jabar, Divhubinter Polri, Kementerian Luar Negeri, dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menjadi kunci Reni bisa kembali ke pelukan keluarganya. Reni pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dirinya sehingga bisa pulang lagi ke Indonesia dan berkumpul dengan sanak saudara.
Dia menegaskan tidak dilecehkan bahkan jadi korban kekerasan selama di Cina. Polda Jabar kini telah menetapkan dua tersangka WNI dan masih memburu pelaku lain. Motif yang dilakukan pelaku mengiming-imingi Reni dengan pekerjaan di Cina. Namun nyatanya dia dinikahkan dengan warga Cina.***