-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lebih Hemat Mana, Beli Token Listrik Rp 50.000 atau Rp 100.000 untuk Daya 900 VA?

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-07T01:20:14Z

- Pembelian token listrik bisa dilakukan dengan nominal beragam, mulai dari Rp 20.000 sampai dengan Rp 1.000.000.

Beberapa orang lebih sering membeli dalam jumlah sedikit, misalnya Rp 50.000. Tapi, ada juga yang membeli dalam jumlah besar seperti Rp 100.000.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, mengatakan pembelian token listrik selanjutnya akan dikonversikan dari rupiah menjadi kilowatt-hour (kWh).

Namun, perolehan kWh itu berbeda-beda untuk setiap daya listrik dan nominal token yang dibeli. Tentunya, nominal token listrik yang besar akan dikonversikan dengan kWh yang lebih besar pula.

"Perolehan token tergantung tarifnya. Antara tarif rumah tangga, bisnis, industri, sosial dan pemerintah berbeda. Juga trap daya menentukan juga Rp/kwh-nya," kata Dana, saat dihubungi (1/10/2025).

Lantas, untuk daya listrik 900 VA, apakah membeli token listrik Rp 50.000 lebih hemat daripada Rp 100.000?

Harga token listrik rumah tangga daya 900 VA

Pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 900 VA dibedakan menjadi dua, yakni subsidi dan non-subsidi.

Untuk rumah tangga dengan daya 900 VA subsidi, harga token per kWh-nya lebih murah daripada yang non-subsidi.

Berikut ini harga token per kWh untuk daya 900 VA:

  • Daya 900 VA subsidi: Rp 605 per kWh
  • Daya 900 VA non-subsidi: Rp 1.352.

Selain harga per kWh, setiap pembelian token listrik juga dikenakan PBJT yang nilainya berbeda-eda sesuai lokasi dan penyedia layanan pembayaran.

Kemudian, ada pula biaya admin yang nominalnya tergantung pada tempat pembelian atau penyedia layanan.

Berikut ini simulasi penghitungan pembelian token listrik Rp 50.000 dan Rp 100.000 beserta jumlah kWh yang diterima:

Pengguna daya 900 VA subsidi

1. Token listrik Rp 50.000 daya 900 VA subsidi

Dikutip dari (6/8/2025), pembelian token listrik Rp 50.000 untuk daya 900 VA subsidi akan dikenai potongan PBJT sebesar 10 persen, yakni Rp 5.000.

Selain itu, pengguna juga mungkin bakal dikenai biaya administrasi sekitar Rp 1.750, tergantung pad penyedia layanan pembayarannya.

Ini artinya, besaran kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik Rp 50.000 untuk daya 900 VA adalah 71,49 kWh.

2. Token listrik Rp 100.000 daya 900 VA subsidi

Sementara itu, jika Anda ingin membeli token seharga Rp 100.000 untuk daya 900 VA subsidi, maka bakal dikenai PBJT sebesar 10 persen, yaitu Rp 10.000.

Pengguna juga bisa saja dikenakan biaya administrasi sekitar Rp 1.750 sesuai penyedia layanan pembayarannya.

Dengan begitu, besaran kWh yang diperoleh pelanggan daya 900 VA subsidi yang membeli token Rp 100.000 adalah 145,87 kWh.

Pengguna daya 900 VA non-subsidi

1. Token listrik Rp 50.000 daya 900 VA non-subsidi

Harga token listrik per kWh untuk rumah tangga daya 900 VA non-subsidi adalah Rp 1.352.

Pembelian token senilai Rp 50.000 akan dikenakan potongan PBJT sebesar 10 persen, yaitu Rp 5.000.

Juga, bisa pula ada biaya administrasi sekitar Rp 1.750, tergantung pada penyedia layanan pembayaran.

Sehingga, besaran kWh yang diperoleh pelanggan dengan daya 900 VA non-subsidi pembelian token listrik Rp 50.000 adalah 31,99 kWh.

2. Token listrik Rp 100.000 daya 900 VA non-subsidi

Sementara itu, untuk rumah daya 900 VA non-subsidi, harga kWh per meternya sama, yakni Rp 1.352.

Apabila Anda membeli token seharga Rp 100.000, akan dikenakan potongan PBJT sebesar 10 persen, yaitu Rp 10.000.

Biaya administrasi yang digunakan juga sekitar Rp 1.750, tergantung pada penyedia layanan pembayaran.

Adapun besaran kWh yang diperoleh pelanggan daya 900 VA untuk nominal token Rp 100.000 yakni 65,27 kWh.

Berdasarkan penghitungan di atas, token listrik dengan nominal besar dinilai lebih menguntungkan karena biaya admin bersifat tetap sementara PBJT dipotong dalam bentuk persentase.

Dengan kata lain, jika nilai token yang dibeli lebih besar, potongan tersebut menjadi lebih kecil secara proporsional sehingga jumlah kWh yang diperoleh pun lebih banyak.

×
Berita Terbaru Update