-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lumpur Abu-abu Resahkan Petani di Tanah Merah Samarinda: Tanaman Mengering dan Mati

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-08T09:15:20Z

SAMARINDA, – Sejumlah tanaman pertanian warga di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, mati akibat diduga tercemar lumpur.

Sementara ini, belum bisa dipastikan dari mana lumpur itu berasal.

Namun, akibatnya ratusan pohon pisang dan tanaman lain seperti jati dan gaharu mati serta mengering.

Kondisi itu terlihat di kawasan Jalan Poros Samarinda–Bontang Kilometer 23.

Lahan pertanian milik warga tampak dipenuhi lumpur berwarna keabu-abuan, sementara sebagian besar pohon pisang menguning dan tidak lagi berbuah.

Hasan Binta, salah satu petani pisang di kawasan itu, mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Ia menduga lumpur yang mencemari lahan berasal dari lokasi tambang yang berjarak sekitar 500 meter dari kebunnya.

“Sudah bukan menguning lagi, ini sudah banyak yang mati. Tadinya penuh pohon pisang, tapi satu per satu mengering dan mati. Lumpur ini dugaan kami dari orang penambang di atas, jaraknya sekitar 500 meter,” ujar Hasan saat ditemui di kebunnya, Kamis (6/11/2025).

Akibat kejadian ini, Hasan bersama sejumlah warga lainnya terpaksa memindahkan sebagian bibit pisang yang masih hidup ke area yang lebih tinggi agar tidak ikut rusak.

Pihak Kelurahan Tanah Merah membenarkan adanya pembukaan lahan di wilayah hulu kawasan pertanian tersebut.

Namun, belum dapat memastikan apakah aktivitas itu merupakan kegiatan pertambangan.

“Memang benar ada lumpur di sana. Ketika kami telusuri, di bagian hulu ada pembukaan lahan. Tapi apakah itu tambang atau bukan, kami belum tahu. Saat kami ke lokasi hanya ada kaplingan, belum terlihat ada alat berat atau aktivitas penambangan,” kata Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Tanah Merah, Akhmad Hfani Ansyar.

Akibat kejadian ini, para petani di kawasan Tanah Merah mengalami kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah dan terancam gagal panen.

Mereka berharap pemerintah segera menelusuri sumber lumpur untuk mencegah kerusakan lebih luas pada lahan pertanian di kawasan tersebut.

×
Berita Terbaru Update