-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengapa Anak Aktif dan Atlet Cilik Juga Perlu Mandi Air Hangat Setelah Bermain atau Berolahraga

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-09T10:45:41Z

- Anak-anak dan remaja seringkali memiliki jadwal yang padat, beralih dari sesi latihan olahraga yang intens ke jam pelajaran di sekolah, dan diakhiri dengan permainan di taman. Meskipun energi mereka tampak tak terbatas, otot mereka tetap mengalami kelelahan dan ketegangan, sama seperti orang dewasa. Mandi air hangat, yang sering dianggap hanya sebagai ritual tidur, ternyata merupakan alat pemulihan yang vital bagi atlet cilik dan anak-anak yang aktif.

Mandi air hangat setelah aktivitas fisik yang melelahkan adalah terapi sederhana yang dapat mengurangi risiko cedera, mempercepat pemulihan, dan menjaga sistem muskuloskeletal anak tetap sehat.

Aktivitas fisik, baik itu sepak bola, senam, atau hanya bermain kejar-kejaran, menyebabkan kerusakan mikro pada serat otot. Pemulihan adalah proses di mana otot memperbaiki dirinya, dan mandi air hangat memainkan peran penting di dalamnya.

Air hangat menyebabkan pembuluh darah melebar ( vasodilatasi ).

Fungsi: Peningkatan aliran darah ke otot membantu mengangkut nutrisi penting (seperti protein dan glukosa) yang dibutuhkan untuk perbaikan sel otot.

Menghilangkan Produk Sisa: Aliran darah yang lancar juga mempercepat pembuangan produk sisa metabolisme dari otot, seperti Asam Laktat senyawa yang berkontribusi terhadap rasa lelah dan pegal.

Otot yang lelah cenderung mengalami kontraksi ringan dan ketegangan. Panas dari air hangat bertindak sebagai relaksan otot alami.

Efek: Panas menembus permukaan kulit dan mencapai jaringan otot yang lebih dalam, membantu melepaskan ketegangan, mengurangi kekakuan, dan meningkatkan fleksibilitas otot yang baru saja bekerja keras.

Bagi anak-anak, manfaat mandi air hangat juga mencakup aspek mental dan pencegahan.

Anak-anak mungkin tidak selalu mengeluh tentang nyeri otot tunda ( DOMS ) seperti orang dewasa, tetapi mereka pasti merasakannya. Mandi air hangat memberikan efek soothing (menenangkan) yang lembut, mengurangi sensasi nyeri otot yang membuat mereka tidak nyaman keesokan harinya.

Dehidrasi dan kelelahan dapat memicu kram otot. Kombinasi rehidrasi (jika mereka minum air yang cukup sebelum dan sesudah) dan panas dari air hangat membantu menenangkan sinyal saraf yang memicu kram, meminimalkan kemungkinan kram pasca-latihan.

Mandi air hangat berfungsi sebagai ritual penutup yang jelas setelah aktivitas. Hal ini membantu anak-anak beralih dari mode "berenergi tinggi" dan kompetitif ke mode "istirahat dan tenang," yang penting untuk pemulihan mental dan mempersiapkan mereka untuk tidur yang berkualitas.

Untuk mendapatkan manfaat pemulihan maksimal, pastikan mandi air hangat dilakukan dengan benar:

Suhu Tepat: Jangan terlalu panas. Suhu air harus nyaman dan hangat (sekitar 37–38°C) untuk mencegah kulit kering atau risiko kepanasan.

Waktu Tepat: Mandi harus dilakukan sesegera mungkin setelah aktivitas selesai. Semakin cepat produk sisa metabolisme dikeluarkan, semakin cepat pemulihan dimulai.

Durasi: Cukup 10 hingga 15 menit sudah efektif. Terlalu lama berendam dapat membuat kulit kering.

Tambahan Relaksasi: Tambahkan garam epsom (Magnesium Sulfat) ke dalam air mandi. Magnesium dikenal sebagai mineral relaksasi yang dapat membantu meringankan nyeri dan ketegangan otot lebih lanjut.

Mandi air hangat adalah bagian tak terpisahkan dari pemulihan atlet cilik dan anak-anak yang aktif. Ini adalah metode non-invasif yang secara fisiologis meningkatkan aliran darah, menghilangkan asam laktat, dan merelaksasi otot yang tegang. Dengan memasukkan mandi air hangat ke dalam rutinitas pasca-latihan, orang tua tidak hanya memastikan kebersihan tetapi juga secara aktif mendukung kesehatan otot dan kebugaran jangka panjang anak mereka.***

×
Berita Terbaru Update