PR BEKASI - Rencana pembangunan MRT Jakarta Jalur Timur–Barat fase 1 tahap 1 tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda). Proyek tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026, dengan jalur yang membentang dari Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Bekasi.
Jalur sepanjang 24,5 kilometer ini akan menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem transportasi massal terintegrasi Jabodetabek, yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan menekan tingkat kemacetan di wilayah penyangga ibu kota.
Rencana ini menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat, khususnya warga Bekasi, yang menjadi salah satu titik ujung jalur tersebut. Sebagian pengguna media sosial menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi gangguan aktivitas harian selama proses pembangunan berlangsung.
Ungkapan seperti “Ga siap sama pembangunan” menjadi salah satu bentuk kekhawatiran yang muncul. Namun, tidak sedikit pula komentar bernada antusias menanti terealisasinya proyek tersebut.
Beberapa warganet menyebut bahwa pembangunan jalur MRT ini akan menjadi proyek besar yang membawa dampak signifikan bagi kawasan Bekasi dan sekitarnya. “Menyala banget pasti ini jalurnya nanti pas pembangunan,” tulis seorang pengguna di media sosial.
Di sisi lain, sejumlah komentar menyoroti potensi kemacetan yang diprediksi akan terjadi di sepanjang jalur pembangunan, terutama di sekitar Kranji. “Tambah macet dah tuh Kranji,” tulis salah satu akun. Ungkapan senada juga muncul dari warganet lain yang menuliskan, “Siap-siap macet sama pembangunan jembatanya.”
Proyek ini masih berada pada tahap perencanaan teknis dan kajian lintasan. Pembangunan yang dijadwalkan dimulai pada 2026 diharapkan dapat menjadi langkah strategis menuju konektivitas transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan Jakarta dan Bekasi.***