-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pria di Tanah Abang yang Tabrakkan Diri ke Mobil Diduga Alami Gangguan Jiwa

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-08T10:20:18Z
PIKIRAN RAKYAT - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pria menabrakkan diri ke mobil yang sedang melintas di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setelah dilakukan pengecekan, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan tindak kriminal, melainkan aksi nekat seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu 2 November 2025, sekira pukul 14.00 WIB di Jalan Fahrudin Auri, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang.

“Setelah menerima informasi yang viral di media sosial, tim opsnal Polsek Metro Tanah Abang melakukan pengecekan ke lokasi. Hasilnya, benar telah terjadi seseorang yang menabrakkan diri ke mobil yang sedang melintas,” ujar Susatyo dalam keterangannya, Kamis 6 November 2025.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, pria berinisial A (28) diketahui merupakan warga RT 12/RW 05 Kelurahan Kampung Bali, yang sudah lama mengalami gangguan kejiwaan.

“Informasi dari Ketua RW dan warga menyebutkan yang bersangkutan memang mengalami gangguan jiwa dan sering berperilaku tidak stabil,” ucap Susatyo.

Polisi: Kejadian Murni Aksi Orang dengan Gangguan Jiwa

Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Haris Akhmad Basuki menjelaskan bahwa hingga kini pengemudi mobil yang ditabrak belum melapor secara resmi ke pihak kepolisian.

“Berdasarkan pengecekan sementara dan keterangan warga, kejadian itu murni karena tindakan orang dengan gangguan jiwa. Namun pengemudi mobil belum melapor secara resmi, sehingga kami masih menunggu keterangan dari yang bersangkutan,” ujar Haris.

Haris juga menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga dan perangkat RW setempat untuk memastikan kondisi A agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan video atau informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial,” ujar Haris.

“Jika menemukan kejadian serupa, sebaiknya segera lapor ke pihak berwenang agar dapat ditangani dengan tepat,” ucapnya menambahkan.***

×
Berita Terbaru Update