-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rama Duwaji Seniman Keturunan Suriah Jadi ‘First Lady’ Muslim Pertama New York

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-07T02:10:15Z

PIKIRAN RAKYAT - Kota New York bersiap menyambut era baru kepemimpinan dengan munculnya nama Zohran Mamdani dari Partai Demokrat sebagai sosok terpilih untuk memimpin “Kota yang Tak Pernah Tidur”. Pria berusia 34 tahun itu tidak hanya menarik perhatian karena kiprahnya di dunia politik, tetapi juga karena ia mencatat sejarah sebagai Wali Kota pertama beragama Islam dalam sejarah panjang New York City.

Namun, bukan hanya sosok Zohran yang menjadi pembicaraan publik. Istrinya, Rama Duwaji, ikut mencuri perhatian publik dan media internasional. Di usianya yang masih 28 tahun, Rama akan menyandang gelar sebagai ‘First Lady’ termuda sepanjang sejarah kota tersebut.

Perannya yang besar dalam perjalanan politik sang suami membuat banyak pihak menilai keberhasilan Zohran tak lepas dari dukungannya.

Menurut laporan Associated Press, dalam pemilihan umum yang berlangsung pekan ini, Zohran berhasil unggul jauh dibandingkan dua pesaingnya. Kemenangannya membuatnya diproyeksikan menggantikan Eric Adams sebagai pemimpin baru New York City.

Selain menjadi Wali Kota Muslim pertama, Zohran juga menorehkan prestasi lain sebagai pemimpin pertama berdarah Asia Selatan yang lahir di Afrika.

Di balik sosok politikus muda itu, berdiri Rama Duwaji, perempuan keturunan Suriah yang berprofesi sebagai ilustrator dan animator berbakat yang kini tinggal di Brooklyn. Kisah cinta keduanya bermula dari pertemuan di aplikasi kencan Hinge pada tahun 2021, tak lama setelah Zohran memenangkan kursi di Majelis Negara Bagian New York.

Setelah menjalin hubungan selama beberapa tahun, keduanya memutuskan menikah di Balai Kota New York pada awal tahun ini.

Tak lama setelah pernikahan mereka, foto-foto Rama tersebar luas di dunia maya dan menjadi bahan perbincangan publik. Zohran dengan tegas melindungi sang istri dari sorotan berlebihan.

“Rama bukan hanya istriku, dia adalah seniman luar biasa yang pantas dikenal dengan caranya sendiri. Kamu bisa mengkritik pandanganku, tapi tidak keluargaku,” tulis Mamdani di media sosialnya.

Rama sendiri lahir di Texas dan sempat menempuh pendidikan di Virginia Commonwealth University School of the Arts di Qatar, sebelum kembali ke Amerika Serikat untuk menyelesaikan studinya di Richmond. Namanya mulai dikenal luas berkat karya ilustrasinya yang unik dan sarat makna.

Salah satu karyanya yang paling menonjol adalah desain logo dan identitas visual kampanye Zohran Mamdani yang khas dengan kombinasi warna kuning, merah, dan biru, simbol kuat dari Partai Demokrat.

Melalui situs pribadinya, Rama mengungkapkan bahwa karya-karyanya telah dipublikasikan di berbagai media ternama seperti BBC, The New Yorker, dan Vogue. Selain aktif di bidang ilustrasi digital, ia juga dikenal sebagai pembuat keramik artistik dengan pesan sosial dan politik yang mendalam.

Tak jarang, hasil karyanya menyuarakan kritik terhadap kebijakan Israel di Gaza serta menggambarkan refleksi pribadi terhadap konflik dan krisis kemanusiaan di Timur Tengah.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah YUNG pada bulan April, Rama berbagi pandangan mengenai semangat yang ia tuangkan dalam setiap karyanya.

“Saat ini, aku fokus membuat karya seni berdasarkan pengalamanku dan hal-hal yang aku pedulikan, serta komunitas yang terbentuk dari percakapan tentang karya saya, baik online maupun secara langsung terjadi secara organik. Aku membuat karya saya untuk orang-orang yang peduli dengan hal-hal yang aku pedulikan,” ungkap Duwaji.

Dengan latar belakang multikultural, semangat kemanusiaan, dan dukungan satu sama lain, pasangan muda ini dianggap mewakili wajah baru New York, kota yang sejak lama dikenal sebagai simbol keberagaman dan toleransi.***

×
Berita Terbaru Update