Dari kebutuhan 1.700 tempat tidur yang tersedia saat ini baru sekitar 700-800 tempat tidur.
Sementara untuk RSUD dr Dradjat Prawiranegara baru memiliki 300 tempat tidur.
Direktur RSUD dr Dradjat Prawiranegara dr Rahmat Setiadi mengatakan pad Rabu 5 November 2025 pihaknya mengadakan forum komunikasi publik, pada intinya untuk instrospeksi menerima masukkan yang diinformasikan publik.
Pada kesempatan itu, RSDP mengundang berbagai pihak seperti yang terdekat RT RW, lurah, dari Kota Serang dan Kabupaten Serang serta instansi dan masyarakat.
"Supaya kita bisa meningkatkan pelayanan terutama layanan prima. Dan kita juga meningkatkan mutu layanan lebih baik lagi," ujarnya kepada Kabar Banten.
Ia bersyukur bahwa saat ini RSUD dr Dradjat Prawiranegara sudah menjalankan SPO yang ada dan telah sesuai standar, tinggal kemudian ditingkatkan.
"Memang untuk beberapa bulan terakhir pasien kita sangat banyak sekali sehingga kebutuhan tempat tidur belum terfasilitasi di Kabupaten Serang," ucapnya.
Rahmat mengatakan, kebutuhan tempat tidur di Kabupaten Serang 1.700, sementara saat ini yang tersedia baru 700-800 tempat tidur.
Sehingga masih kurang sekitar 800 tempat tidur lagi.
"Kita hanya punya 300, mudah-mudahan nanti kalau misalkan sesuai dengan regulasi ICU kita bisa tingkatkan sehingga kita akan membuka layanan rawat inap seperti tahun kemarin diangka 400 tempat tidur," tuturnya.
Sambil menunggu perbaikan di ICU, ia berharap pelayanan tetap berjalan baik, dan dalam forum tersebut bisa mendapatkan masukan dari masyarakat di Kabupaten Serang dan Kota Serang.
"Sehingga bisa meningkatkan pelayanan lebih baik lagi," katanya.
Ia mengatakan di RSUD dr Dradjat Prawiranegara ada 31 ruang ICU, sesuai aturan jumlah tempat tidur menyesuaikan 10 persen dari jumlah ICU.
"Dengan 31 ICH maka seharusnya ada 310 tempat tidur, kita menyesuaikan. Mudah-mudahan dengan perbaikan-perbaikan ICU yang sudah di dilaksanakan sekarang, mudah-mudahan di akhir bulan November ini kita bisa menaikkan lagi ke angka 400 atau lebih. Jadi ICU-nya kita tambahkan menjadi sekitar 40 sampai 50. Dengan begitu kita bisa melayani kembali masyarakat-masyarakat yang belum terfasilitasi oleh rumah sakit untuk tempat tidurnya," ujarnya.
Rahmat mengatakan di RSUD dr Dradjat Prawiranegara terdapat 54 dokter spesialis, kemudian ada 14-16 dokter sub spesialis.
Keberadaan sub spesialis sangat membantu pelayanan.
"Kita juga ada rujukan, jadi untuk kasus kasus yang sulit kalau memang spesialisnya tidak mampu itu dialihkan ke sub spesialis. Jadi sudah langsung otomatis rujukan berganti," katanya. ***