-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RS Ramela Berupaya Jadi Rujukan Ibu Anak Meski Efisiensi Anggaran

Kamis, 06 November 2025 | November 06, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-08T09:45:20Z
Ringkasan Berita: RS Ramela Jayapura, yang telah meraih Akreditasi Paripurna, berkomitmen menjadi rujukan layanan Ibu dan Anak.
Direktur RS Ramela menghadapi kendala pemotongan anggaran (menjadi Rp16 miliar) dan kekurangan alat vital. Meskipun terbatas, RS ini tetap fokus pada peningkatan kualitas staf dan melayani semua pasien, termasuk yang tanpa jaminan kesehatan.

Laporan Wartawan ,Taniya Sembiring

, JAYAPURA - Rumah Sakit (RS) Ramela terus berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan ibu dan anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RS Ramela, Fredriks Y. Hisage, menegaskan komitmennya untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai pusat rujukan pelayanan ibu dan anak di wilayah Muara Tami hingga Kota Jayapura.

Selama delapan bulan menjabat, Fredriks menilai pelayanan di RS Ramela telah berjalan sesuai standar rumah sakit Tipe D. Bahkan, rumah sakit ini telah meraih akreditasi paripurna, sebagai bukti peningkatan mutu pelayanan baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana.

“Kami terus berupaya melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana agar pelayanan ke depan bisa maksimal dan sesuai dengan standar rumah sakit,” ujar Fredriks di Jayapura Rabu, (5/11/2025).

Saat ini, RS Ramela tengah mengembangkan bangunan baru khusus untuk layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk ruang perawatan bayi.

Meski demikian, pihak RS masih memerlukan sejumlah alat kesehatan vital, seperti ventilator, monitor pasien, serta peralatan pendukung operasi.

Fredriks menuturkan, rumah sakit baru saja menerima hibah alat sterilisasi dari TP3KB untuk mendukung prosedur operasi, terutama bagi ibu yang menjalani sterilisasi.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus mengalir, terutama dalam hal penambahan anggaran untuk melengkapi fasilitas yang masih kurang.

“Tahun 2025 kami mendapat anggaran sekitar Rp26 miliar, namun dengan efisiensi turun menjadi Rp16 miliar. Padahal, jumlah pasien terus meningkat setiap tahun, bahkan mencapai lebih dari seribu kunjungan per bulan,” ungkapnya.

Selain peningkatan fasilitas, RS Ramela juga fokus pada pengembangan kompetensi tenaga medis dan perawat. Program pelatihan rutin digelar untuk memastikan kualitas pelayanan di ruang intensif maupun rawat inap terus meningkat.

“Kami siapkan pelatihan bagi perawat agar kompetensinya meningkat, khususnya dalam pelayanan keperawatan di ruang intensif,” tambahnya.

Meski menghadapi keterbatasan, RS Ramela tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Bahkan, rumah sakit ini tetap melayani pasien tanpa jaminan kesehatan melalui kebijakan jaminan langsung dari pihak rumah sakit.

“Kalau pasien datang tanpa jaminan, kami tetap layani. Saya bertanggung jawab sebagai direktur agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tegas Fredriks.

Dengan berbagai langkah perbaikan yang tengah dilakukan, Fredriks berharap pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan alat kesehatan maupun tambahan anggaran, agar RS Ramela benar-benar menjadi rumah sakit andalan masyarakat Papua, khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak.(*)

×
Berita Terbaru Update