-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rusia: Pembelian 11 Jet Tempur Sukhoi Su-35 Indonesia Masih Tertunda

Kamis, 30 Oktober 2025 | Oktober 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-01T10:45:48Z

RUSIA menegaskan kontrak pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 oleh Indonesia belum dibatalkan. Pemerintah Moskow menyebut perjanjian bernilai US$ 1,14 miliar untuk 11 unit jet tempur itu masih menunggu keputusan resmi dari Jakarta.

“Situasinya masih sama. Kesepakatan ini belum dibatalkan. Masih tertunda,” kata Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei G. Tolchenov, dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta pada Rabu, 29 Oktober 2025. Tolchenov menambahkan bahwa Rusia masih menunggu langkah lanjutan dari pemerintah Indonesia untuk melanjutkan negosiasi.

Sebelumnya, kontrak pembelian Sukhoi Su-35 ditandatangani pada Februari 2018, namun realisasinya tertunda sejak Indonesia mempertimbangkan risiko sanksi Amerika Serikat bagi negara yang membeli peralatan militer dari Rusia. Pada 2021, TNI Angkatan Udara menyebut arah pengadaan pesawat tempur beralih ke Rafale asal Prancis dan F-15EX buatan Amerika Serikat.

Belanja Pertahanan Era Prabowo

Pernyataan dari pihak Rusia itu muncul di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat angkatan udara Indonesia. Dalam tahun pertamanya menjabat, Indonesia menandatangani kontrak pembelian 48 jet tempur KAAN buatan Turki, dengan nilai yang dilaporkan sekitar US$ 10 miliar.

Pesawat generasi kelima itu masih dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan melakukan uji terbang pertama pada April 2026. Perjanjian ini juga mencakup peluang produksi komponen di Indonesia.

Selain itu, Jakarta telah memesan 42 unit jet tempur Rafale dari perusahaan Prancis, Dassault Aviation. Tiga unit pertama akan dikirim pada Februari 2026, disusul pengiriman tahap kedua pada April tahun yang sama. Sisanya akan datang secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Jet Tempur Cina Masuk Daftar

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengisyaratkan bahwa Indonesia akan segera mendatangkan jet tempur Chengdu J-10 dari Cina. “Sebentar lagi (J-10 C) terbang di Jakarta,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025. Ia tidak menjelaskan jumlah unit maupun waktu kedatangan pesawat tersebut.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan sebelumnya juga menyatakan pemerintah sedang mengkaji penggunaan J-10 dalam sistem pertahanan nasional. Menurutnya, Indonesia sebagai negara non-aliansi, membuka kerja sama dengan berbagai negara.

Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran pembelian alutsista sebesar US$ 9 miliar atau sekitar Rp 148 triliun. “Saya masih double check apakah impornya tahun depan atau kapan,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Chengdu J-10 dikenal sebagai pesawat tempur yang diklaim sekelas F-16 Fighting Falcon buatan Lockheed Martin. Selain Cina, jet ini juga digunakan oleh Angkatan Udara Pakistan.

Dani Aswara ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

×
Berita Terbaru Update