Media Purwodadi – Situasi internal Real Madrid dilaporkan memanas setelah munculnya ketegangan antara Xabi Alonso dan sejumlah pemain kunci.
Tekanan terhadap Alonso meningkat seiring laporan yang mengungkap ketidaknyamanan pemain terhadap metode kepelatihan yang dinilai terlalu kaku.
Beberapa media Spanyol dan internasional menyebut pemain senior merasa gaya Alonso berbeda jauh dari pendekatan Carlo Ancelotti sebelumnya.
Instruksi taktis yang lebih rumit turut disebut memicu jarak antara pelatih dan pemain, terutama dalam momen krusial pertandingan penting.
Kebijakan rotasi agresif yang diterapkan Alonso dalam sejumlah laga juga dianggap menambah ketegangan di ruang ganti Real Madrid.
Laporan lain menyebut ada sekitar lima pemain yang tidak puas dengan pendekatan Alonso, menandakan ruang ganti belum sepenuhnya harmonis.
Sinyal ketidakharmonisan itu muncul di awal masa kerja Alonso, ketika skuat masih beradaptasi dengan sistem dan ritme latihan yang baru.
Real Madrid juga sedang menghadapi masalah cedera pemain yang cukup panjang, menambah beban kerja bagi Alonso dalam meracik tim kompetitif.
Tumpukan cedera itu berdampak pada konsistensi performa, membuat tekanan dari media dan publik semakin terasa dalam beberapa pekan terakhir.
Eks pelatih Bayer Leverkusen itu disebut masih mencari pola terbaik yang bisa menyeimbangkan kondisi fisik pemain dengan kebutuhan taktis.
Di tengah sorotan, manajemen Real Madrid dilaporkan tetap memberikan dukungan penuh kepada Alonso untuk melanjutkan proyek jangka panjang.
Pihak klub menilai gejolak yang muncul lebih berkaitan dengan proses adaptasi, bukan penolakan terbuka terhadap kepemimpinan Alonso.
Manajemen percaya proses pembentukan kultur kerja baru membutuhkan waktu, terutama setelah era panjang Ancelotti yang lebih fleksibel.
Meski demikian, tensi di dalam klub membuat berbagai spekulasi muncul, termasuk kemungkinan perubahan pelatih jika situasi makin sulit.
Nama Zinedine Zidane kembali mencuat sebagai alternatif bila Real Madrid membutuhkan figur yang mampu menenangkan ruang ganti.
Zidane dianggap punya hubungan baik dengan pemain senior serta rekam jejak sukses yang membuatnya selalu relevan bagi Los Blancos.
Hingga kini, belum ada sinyal resmi dari manajemen terkait rencana pergantian pelatih, meski rumor terus berkembang di berbagai media.
Real Madrid disebut memilih fokus pada stabilisasi performa tim serta membangun kembali dinamika ruang ganti agar lebih solid.
Masa depan Alonso kini menjadi sorotan sepak bola Eropa, terutama setelah hasil pertandingan tim berfluktuasi dalam beberapa pekan.
Keputusan penting diprediksi akan bergantung pada performa Real Madrid di periode krusial menjelang paruh musim kompetisi.
Jika tensi ruang ganti tidak mereda, manajemen bisa saja mempertimbangkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas klub.
Dua nama besar, Xabi Alonso dan Zinedine Zidane, kini menjadi pusat pembicaraan seiring meningkatnya tekanan di Real Madrid.
Bagaimana Real Madrid memilih langkah berikutnya akan menentukan posisi Xabi Alonso dan peluang kembalinya Zinedine Zidane.***