, JAKARTA—Belanja online selama Black Friday di Amerika Serikat (AS) kembali memecahkan rekor.
Data Adobe Analytics menunjukkan konsumen AS membelanjakan US$11,8 miliar atau sekitar Rp196,47 triliun (kurs Rp16.650 per US$) pada Jumat, 29 November 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan US$10,8 miliar atau sekitar Rp179,82 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Adapun Black Friday diperingati setiap Jumat pekan keempat bulan November.
Melansir laman TechCrunch pada Minggu (30/11/2025), Adobe juga mencatat bahwa antara pukul 10.00–14.00 waktu setempat, konsumen menghabiskan sekitar US$12,5 juta per menit, setara dengan Rp208,13 miliar. Adobe menyebut telah memantau lebih dari 1 triliun kunjungan ke situs ritel di AS.
Adobe pun memproyeksikan Cyber Monday pada 1 Desember akan mencatat transaksi yang lebih besar, yakni US$14,2 miliar atau sekitar Rp236,43 triliun.
Secara keseluruhan, Adobe memperkirakan total belanja liburan akhir tahun di AS akan mencapai US$253,4 miliar, naik dari US$241,1 miliar pada 2024.
Sementara itu, Salesforce melaporkan belanja global pada Black Friday mencapai US$79 miliar atau sekitar Rp1.315,35 triliun, dengan US$18 miliar atau sekitar Rp299,7 triliun berasal dari AS.
Namun, Salesforce menilai pertumbuhan tersebut kemungkinan lebih dipicu oleh kenaikan harga, mengingat volume pesanan turun 1% meski harga naik rata-rata 7%.
Baik Adobe maupun Salesforce melihat meningkatnya peran kecerdasan buatan (AI) dalam perilaku belanja. Salesforce melaporkan AI dan agen berbasis AI memengaruhi transaksi global senilai US$22 miliar atau sekitar Rp366,3 triliun selama periode Thanksgiving hingga Black Friday, meski definisinya belum sepenuhnya jelas.
Adapun data mengenai aktivitas belanja langsung di toko fisik masih bervariasi. RetailNext mencatat kunjungan ke toko turun 3,4% secara nasional. Sebaliknya, Pass_by melaporkan total kunjungan naik 1,17%, bahkan melonjak 7,9% di gerai department store.