, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang memfinalisasi kebijakan moratorium penebangan area hutan di wilayahnya.
Keputusan ini disiapkan sebagai langkah pencegahan terhadap meningkatnya risiko bencana alam di Jawa Barat.
Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui video di akun Instagramnya pada Selasa (2/12/2025). Diketahui belum lama telah terjadi rangkaian bencana banjir dan longsor besar di Sumatra yang menelan ratusan korban jiwa.
“Saya sampaikan juga penegasan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dimungkinkan akan segera membuat moratorium, larangan penebangan areal hutan yang memiliki potensi untuk terjadinya musibah," katanya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa prosesnya sudah berada di tahap akhir dan siap terbit.
“Dan moratorium itu segera kami siapkan, mungkin hari besok sudah saya luncurkan,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga mengingatkan bahwa kerusakan hutan memiliki dampak langsung terhadap lingkungan. Dalam pernyataannya, ia menilai bahwa menjaga kelestarian pohon jauh lebih efektif dibanding hanya menanam bibit baru.
“Ini sangat penting karena bagi saya menanam pohon itu penting, tapi melindungi pohon jauh lebih penting. Menanam seribu pohon belum tentu jadi seratus pohon. Tapi menebang seribu pohon sudah jelas kehilangan banyak manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Ia kemudian mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya hidup selaras dengan alam. Menurutnya, manusia harus menjaga bumi agar tidak menimbulkan bencana yang merugikan banyak pihak.
“Semoga kita semua menyadari kita tinggal di bumi, maka bumi harus kita rawat dan kita jaga. Bukan kita rusak,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi menyampaikan doa bagi warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Ia menyampaikan harapan agar para korban mampu melalui masa-masa sulit tersebut.
“Semoga bisa melewati berbagai musibah yang dialaminya. Dan kita sedikit atau besar, mari bersama-sama bergandengan tangan untuk menuntaskan, menyelesaikan, menolong penderitaan yang dialaminya,” katanya.
Dedi turut menegaskan perlunya refleksi dari pihak-pihak yang dianggap berperan dalam munculnya bencana akibat keputusan yang keliru.
“Dan semoga tidak ada lagi bencana yang terjadi di Indonesia dan di Jawa Barat. Dan kita sampaikan juga bahwa pada para pihak yang telah melakukan kekeliruan dalam pengambilan keputusan, dalam mengambil kebijakan, sehingga menimbulkan bencana, untuk menyandarinya dan bertaubat agar tidak mengulangi peristiwa itu,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kejujuran dalam mengakui kesalahan agar menjadi pelajaran bersama.
“Dan juga secara terbuka mengakui kesalahan yang pernah dilakukan. Karena itu cara terbaik bagi kita, agar ini menjadi pembelajaran penting dalam sejarah kehidupan kebangsaan kita,” katanya.