— Persik Kediri resmi memberi jatah libur satu minggu kepada para pemainnya setelah kompetisi Super League 2025/2026 memasuki masa jeda panjang. Keputusan ini menjadi angin segar bagi skuad Macan Putih yang baru saja bangkit lewat kemenangan 2-1 atas Semen Padang FC di Stadion Brawijaya.
Agenda SEA Games Thailand pada 3–20 Desember membuat liga terhenti cukup lama dan memberikan ruang bagi klub untuk menata ulang kondisi tim.
Persik memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberi napas bagi pemain yang sudah berjuang melalui jadwal padat dan tekanan hasil.
Manajer Tim Persik Kediri, Syahid Nur Ichsan, menegaskan libur ini memiliki tujuan jelas untuk memulihkan kondisi mental pemain.
“Manajemen memberi libur kepada semua elemen tim selama sepekan,” ujarnya yang menekankan pentingnya istirahat bagi para pemain.
Syahid juga menambahkan rehat ini diharapkan menurunkan beban para pemain setelah melewati pertandingan bertubi-tubi.
“Momen ini bermanfaat bagi pemain untuk menurunkan ketegangan dari rutinitas latihan dan padatnya jadwal pertandingan,” katanya.
Keberhasilan mencuri kemenangan atas Semen Padang membuat para pemain bisa menikmati liburan dengan pikiran lebih tenang.
Tren lima laga tanpa kemenangan yang sempat menghantui kini berhasil diputus dan memberi dorongan psikologis untuk pekan-pekan selanjutnya.
Syahid memastikan seluruh pemain akan kembali berkumpul pada 8 Desember sebagai awal rangkaian persiapan jelang dua laga penutup tahun.
Ia optimistis waktu libur cukup memberi penyegaran sebelum Macan Putih masuk kembali ke mode kompetitif.
Persik Kediri saat ini berada di posisi ke-12 klasemen sementara dengan 15 poin, situasi yang belum membuat mereka nyaman.
Persaingan ketat di papan tengah membuat setiap pertandingan berikutnya sangat berpengaruh pada arah perjalanan musim.
Madura United yang berada tepat di bawah Persik hanya berselisih dua poin.
Begitu pula tiga tim di atasnya ada Bali United, Arema FC, dan Persebaya Surabaya Surabaya yang juga hanya terpaut dua angka dan sangat mungkin dikejar.
Dengan jarak seketat itu, Persik punya peluang nyata untuk menyalip Persebaya Surabaya setelah kompetisi kembali berjalan. Namun performa yang lebih stabil wajib mereka tunjukkan agar misi tersebut bukan hanya menjadi wacana.
Pada akhir tahun ini, Persik hanya dijadwalkan menjalani dua pertandingan penting.
Mereka akan bertandang ke markas Persita Tangerang pada 21 Desember sebelum menjamu Persis Solo dalam partai tunda pekan ke-8 enam hari berikutnya.
Dua pertandingan tersebut tak hanya menentukan peluang naik peringkat tetapi juga menjadi penilaian konsistensi tim setelah jeda panjang.
Syahid menegaskan target menutup tahun dengan hasil manis harus dilakukan dengan persiapan yang matang.
“Kami hanya punya dua pertandingan di bulan Desember. Tapi ini partai penting untuk posisi tim di klasemen sementara,” ucapnya yang menggarisbawahi urgensi dua laga krusial itu.
Ia juga berharap para pemain kembali dengan kondisi terbaik setelah jeda singkat tersebut.
“Kami berharap setelah menikmati liburan, para pemain dalam kondisi bugar baik fisik dan mentalnya,” kata Syahid yang menaruh harapan besar pada kebugaran skuad.
Sejauh ini, performa Persik dalam 13 laga belum sepenuhnya memuaskan dengan rincian empat kemenangan, enam kekalahan, dan tiga hasil imbang.
Produktivitas gol juga masih menjadi catatan dengan 15 gol berbanding 19 kebobolan.
Rentetan hasil tak stabil membuat Persik sempat berada dalam tekanan sebelum akhirnya menang atas Semen Padang.
Kemenangan tersebut menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim menjelang fase penentu.
Ezra Walian dan rekan-rekannya kini punya waktu untuk menata kembali kondisi tubuh dan pikiran agar lebih segar. Persik berharap energi itu berubah menjadi determinasi kuat begitu latihan kembali digelar pada 8 Desember.
Libur sepekan ini bukan hanya jeda, tetapi strategi manajemen untuk memaksimalkan potensi skuad saat memasuki akhir tahun yang padat makna. Energi baru diharapkan bisa memunculkan penampilan lebih agresif dan efisien.
Tantangan menyalip Persebaya Surabaya kini menjadi motivasi tersendiri bagi Macan Putih. Selisih tipis membuat mereka berada pada jalur realistis untuk merangkak ke papan tengah atas bila mampu menjaga konsistensi.
Dua laga di penghujung tahun akan menjadi parameter seberapa besar perubahan yang dibawa jeda kompetisi kali ini. Bila Persik tampil dengan ritme dan intensitas baru, peluang meraih enam poin penuh sangat terbuka.
Para pendukung Macan Putih tentu menanti momentum kebangkitan ini menjadi titik awal perjalanan yang lebih stabil. Libur singkat ini akan menjadi bahan bakar tambahan untuk mengejar target yang sudah dicanangkan bersama.
Dengan atmosfer persaingan yang semakin panas, setiap detail persiapan Persik akan menentukan langkah mereka memasuki 2026.
Misi menyalip Persebaya Surabaya kini berada dalam genggaman, tinggal bagaimana Persik menjalani sisa perjalanan dengan mental dan performa terbaiknya.